DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » Menteri Amran Resmikan Pusat Toko Tani Indonesia

PANTER | Jakarta,   Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akhirnya meresmikan Toko Tani Indonesia (TTI) Centre di Jalan Ragunan Raya No 7, Jati Padang (eks Rumah Sakit Pasar Minggu), Jakarta, Rabu (15/6/2016). TTI ini akan menampung berbagai macam produk pangan berkualitas yang akan dijual dengan harga terjangkau.

Ribuan masyarakat sangat antusias yang ingin mendapatkan pangan lebih murah dari pasar, juga memadati gedung tersebut. Dimana di TTI Centre ini bisa didapat harga bawang merah Rp 23.000 per kilogram, bawang putih Rp 22.000 sekilo, cabe keriting Rp 16.000 per kilogram, ayam potong Rp 30.000 per kilogram, Bimoli Rp 9.500 per satu liter, beras premium Rp 7.900 per kilogram, gula pasir 12.000 per kilogram, daging sapi segar Rp 75.000 per kilogram.

Menurut Amran, TTI ini akan berjalan terus menerus dan menjadi solusi permanen untuk pangan ke depan. Keberadaan TTI ini juga merupakan cara memotong rantai pasok pangan yang terlalu panjang dari produsen atau petani hingga ke konsumen, yang menyebabkan disparitas harga antara harga yang dijual petani dengan harga pasar yang dibeli konsumen. Oleh karena itu, pihaknya pun telah membangun 1.000 titik TTI di seluruh Indonesia.

“Kita memotong rantai pasoknya dari sembilan menjadi tiga. Misalnya, minyak goreng Bimoli dan Filma, dari pabriknya langsung masuk ke TTI dan masuk lagi ke pasar. Ini merupakan solusi jangka panjang,” kata Amran sambil memberikan satu bungkus minyak goreng Bimoli kepada seorang ibu rumah tangga secara cuma-cuma.

Sementara solusi jangka pendeknya adalah, pihaknya akan terus melakukan operasi pasar murah secara besar-besaran di beberapa titik di kota-kota besar di Indonesia, menjelang dan setelah Lebaran nanti. “Itu akan membuat masyarakat tersenyum, pengusahanya untung, petaninya untung, dan juga konsumennya heppy pula,” terang Amran.

Dijelaskan Amran, pada pembukaan pusat TTI ini, pihaknya telah menyediakan sapi 1.000 ekor, daging beku 2.000 ton setara dengan 10.000 ekor sapi. “Jabodetabek aja hanya butuh 1.000 ekor per hari. Artinya apa, ini akan merubah struktur pasar dalam jangka pendek, dan jangka panjang ini terus menerus akan kita lakukan,” paparnya.

Pasar pangan murah ini kerjasama antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian BUMN.

“Selain itu, PT Pos, Koperasi dan PT Perhutani juga telah menyatakan kesiapannya untuk bersinergi ikut bergabung bekerjasama dengan kita,” ujar Amran. 

Pada acara peresmian TTI Centre ini, hadir pula Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Ir Hari Priono Msi, dan juga Kepala Badan Ketahanan Pangan Gardjita Budi, serta Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Agung Hendriadi. BetaE1
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6