DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » LSM Koppas Lakukan Aksi Demo di Kejati Riau, Tangkap Segera Bupati Meranti

PANTER | Pekanbaru – Betul pembaca setia www.Pewarta-Indonesia.com, propinsi Riau gudangnya koruptor di Indonesia. Propinsi Riau peringkat pertama korupsi di Indonesia. 

Ini buktinya pembaca 3 (tiga) orang oknum mantan Gubernur Riau tersandung kasus suap, izin kehutanan, korupsi. Beberapa orang kepala daerah (red. Bupati) yaitu mantan Bupati kabupaten Rokan Hulu , Rokan Hilir, Kampar, Pelalawan, mantan bupati Indragiri Hulu, mantan Bupati Bengkalis sedang menjalani persidangan tersandung kasus korupsi dana Bansos (bantuan Sosial) Rp.300 M, dan dana penempatan modal Pemda Bengkalis di PT BLJ. 

Masih ada menyusul beberapa orang oknum kepala daerah (Bupati, Walikota) terlibat kasus korupsi sedang dalam proses Kejaksaan , Kepolisian, Kapeeka eh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Doakan pembaca supaya oknum tersebut cepat masuk penjara. Amin 

Korupsi sudah merambah ke Kampus, terlibatnya beberapa orang oknum Dosen mengadakan penilitian fikti atau tidak sesuai bestek alias Spek. 

Serta mantan Sekdakab (Sekretaris Daerah Kabupaten) yakni sekretaris daerah kabupaten Pelalawan, Sekda kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ketua DPRD kabupaten Bengkalis, beberapa orang anggota DPRD Riau terlibat izin PON, Beberapa orang mantan anggota DPRD Inhu terlibat korupsi berjamaah APBD Inhu.

Tak terhitung puluhan orang oknum Birokrat dari jabatan Kepala Dinas hingga PPTK/pimpro, saat ini sedang menjalani masa hukuman penjara bertempat Lapas kelas IIA Pekanbaru. Dalam lapas tersebut sudah bisa dibuat satu propinsi sudah ada Gubernur, Bupati, Sekda, Ketua DPR, anggota dewan, birokrat he..he.. betulkan pembaca iyalah. Jangan lupa bro bagi-bagilah sisa uang korupsi tersebut buat modal usaha hitung-hitung beramal.

Untuk mengingatkan Kepada para Kepala Daerah (red. Bupati, Walikota) yang barusan dilantik kemaren jangan bergembira dahulu. Separoh kaki Anda berada dalam Penjara (red.apabila terlibat korupsi).

Saya beritahu langsung banyak orang memantau kinerja Anda di daerah yakni LSM Penggiat korupsi lokal dan pusat (nasional), wartawan, Polri, Kejaksaan, KPK, serta tim pusat turun kedaerah secara rahasia memantau kinerja Anda. Apakah terjadi penyimpangan keuangan negara di daerah tersebut. Saya sudah pernah ketemu dengan orang itu dulu, dari Mabes Polri, Kejagung, KPK ,dll.

Saya sudah kasih masa Jeda (red. Masa tunggu) beberapa hari, Apakah si didi berita tersebut ia publikasikan di media onlinenya ternyata ia tulis dan Ia publikasikan. Sebentar lagi Kapeka eh salah KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi) akan mengaruk kalian yang terlibat.

Jangan lupa pembaca budiman usai sholat wajid doakan agar para koruptor di Bumi Melayu Riau cepat kena tangkap (red. 100 orang membaca sudah sah) amin.

Trik saya, kami tayangkan dengan berita-berita pencitraan kinerja Anda dan berita seremonial beberapa kali saya kami publikasikan. Tidak ada kontribusi (red. operasional fee) dari Anda (red. Oknum pejabat) untuk saya maka berita “Bad News” kami tayangkan. Kami kejutkan supaya ia membaca berita tersebut.

Korupsi Dorak Port Selat Panjang

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau hingga saat ini terus dalami kasus kasus korupsi Dorak Port di Kepulauan Meranti. Karena itu, Kejati Riau membantah diam ditempat, meski tidak menggaransi akan memanggil Bupati Meranti Irwan Nasir apalagi menahannya.

Demikian dikatakan Kasi II Kejati Riau Deni Anteng Prakoso saat menanggapi pernyataan belasan pendemo Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Pemuda Pengawas Aset Riau (Koppas-Riau) di halaman Kejati Riau, Kamis (31/3/16).

“Saat ini dugaan korupsi kasus Dorak Port masih kita dalami. Para penyidik di Kejati terus mengumpulkan bukti-bukti,” kata Kasi II Kejati Riau Deni Anteng Prakoso.

Deni mengaku, Kejati Riau tetap berdiri di depan hukum untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi Dorak Port. Soal lambatnya kinerja Kejati untuk mengungkap aktor utama Dorak Port yang telah merugikan negara hingga puluhan miliar tersebut, menurut Deni itu karena Kejati bekerja hati-hati.

 “Kita tidak mau bekerja gegabah. Memanggil orang lalu menetapkan tersangka. Jadi soal apakah ditahan atau tidak itu merupakan kewenangan penyidik. Yang pasti, para penyidik terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Deni.

Seperti diketahui, LSM Koppas-Riau minta Kejati Riau bersikap tegas atas kasus Dorak Port di Kepulauan Meranti yang saat baru memakan ‘korban ikan teri’. 

Pendemo meminta, Kejati Riau tak ragu-ragu memanggil Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, hingga menahannya. LSM Koppas Riau beranggapan, sebagai orang nomor satu di Meranti bertanggung jawab atas kasus dugaan korupsi yang mencapai puluhan miliaran rupiah tersebut.

“Panggil Irwan, tahan Irwan,” teriak pendemo berkali-kali, di halaman Kantor Kejati Riau, Kamis (31/3/16).

LSM-Koppas Riau yang dikoordinatori Ayub Habila ini menyatakan, jika Kejati Riau tak mampu memanggil Irwan apalagi menahannya, sebaiknya seragam kebanggaan Kejati berwarna coklat sebaiknya diganti saja pakaian wanita.

LSM-Koppas yang mengaku anak jati diri Meranti ini mengaku sangat kecewa atas kasus dugaan korupsi Dorak Port tersebut. Karena, anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat tersebut justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperkaya kelompoknya.

“Logika sajalah, kalau mantan Sekda ditahan masa bupatinya tak diapakan. Ini ada apa,” ujar pendemo lagi. Selain masalah Dorak Port, LSM-Koppas juga menyoroti persoalan pembangunan jembatan Selat Rengit (JSR), kemudian pembangunan perkantoran camat Pulau Merbau. Menurut pendemo, pembangunan pasar modern ini adalah buah kegagalan kebijakan yang dilakukan Pemkab Meranti. (rtc,didi)

Waspada !!.. sindikat penipuan orang maling/syaraf mengaku kerabat pejabat, serta mengaku mamak/paman, ortu (red. saya). Anda korban penipuan Goblok. Tangkap oknumnya lapor ke Polisi atau komandanya TNI.

Teks Foto I. Massa Koppas menyampaikan Aspirasinya ke Kasi II Kejati Riau Deni Anteng. (Riau terkini)

Teks Foto II. Bupati Meranti Irwan memperlihatkan buku tabungannya, jangan lupa pak Bupati bagi-bagi fee pembangunan Dorak Port itu. (f.net)

Sekedar Catatan : Media online www.Pewarta-Indonesia.com memiliki jaringan/net working seluruh Indonesia dan anggota kami ada berdomisili diluar negeri. Media kami sudah diakui oleh masyarakat internasional , satu berita dapat dibaca dalam 8 (delapan ) bahasa yakni bahasa: Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, China, Thailand, Arab, Belanda. 

Berita kami juga dibaca oleh masyarakat Internasional. Apakah mau “aib” Anda ketahui oleh masyarakat Internasional. Pasti jawaban tidak. Untuk itu lakukan kerjasama publikasikan kegiatan Anda di Media online www.Pewarta-Indonesia.com. Kami tidak mau slogan “Orang dapat Nama ,awak (Saya) dapat Angin, Orang dapat Jabatan awak Gigit Jari. He…he…itu slogan zaman batu.

Pengaruh sebuah berita bisa Anda naik pangkat dan turun pangkat, kena mutasi dan kena pecat, bisa juga kena demo mahasiswa dan masyarakat. {by Ajisutisyoso, Pengamat}.

Apakah koran local beredar di pusat jawabanya pasti tidak (red. hanya bisa dihitung). Apalagi kini zaman internet atau digital.

Jarang masyarakat beli koran. Daripada beli koran lebih baik beli pulsa bisa untuk nelpon, chatting, browsing, baca berita,dll.

Apalagi koran Tabloid di daerah oplah cuman seribuan hingga 5 ribuan eksemplar koranya gratis lagi. Begitu juga media online saat ini jumlahnya hampir 900 ribuan media online website, blog spot.com, word pres, blog pribadi bersilewaran di dunia maya/internet.

Kantor desa saja mimiliki website. Apa mungkin media online daerah beritanya dibaca oleh petinggi negeri ini. Pasti jawabanya kadang iya kalau berita tentang ”Bad News” berita seremonial mana pula mau ia baca he..he.. you understand. www.Pewarta-Indonesia.com bukan milik negara.

Maksud tulisan ini hanya untuk mengingatkan seluruh Satuan Kerja (Satker) Pemkab, Pemkot, Pemprov. Pilihlah media online yang memiliki jaringan berita mencakup seluruh Indonesia, konten beritanya bagus atau menarik, beritanya tidak plagiat atau saduran, kamilah satu-satunya media online berasal dari Indonesia diakui oleh anggota senat Amerika serikat.

Kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai negara seperti Jepang, Maroko, Amerika Serikat. Kami juga melakukan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dari kehumasan yakni Polri, TNI, Birokrat, Legislatif, dll. Media online kami standar internasional. Saat ini menjamur media online abal-abal.

Percayakan publikasi kinerja Anda bersama media online www.Pewarta-Indonesia.com. Jalinlah kerjasama dengan crew/jaringan kami diseluruh Indonesia. (didi) http://www.pewarta-indonesia.com/berita/hukum/lsm-koppas-lakukan-aksi-demo-di-kejati-riau-tangkap-segera-bupati-meranti

Catatan : Saat ini para Bandar narkoba , para pelaku criminal (red. Bos rampok) terjun kedunia jurnalis yakni mendirikan perusahaan Media cetak serta memiliki beberapa media online. Biaya operasional dari penjualan narkotika. Uang hasil dari perbuatan criminal tersebut ia pergunakan menyuap masyarakat untuk menjelek-jelekan orang, menghasut, serta adu domba. Sudah terpantau tangkap segera bos Rampok dan Bos Bandar narkobanya.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Kaltim Terkini

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

politik

dewan

video

Cat-5

Cat-6