Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Mandiri Manunggal Desa

Peristiwa

Videos

» » Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tak Terpancing : HAOX berita La Nyalla Mattalitti
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PantauTerkini | Surabaya,  Yang sebenarnya memang La Nyalla Mattalitti sudah berada di jawa timur setelah massa ijin tinggal dan dicabutnya passport La Nyalla Mattalitti tertaut dugaan kasus korrupsi hibah dana kadin 2011-2014.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung mengungkapkan bahwa surat perintah penyidikan baru untuk Ketua Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur La Nyalla Mattalitti sudah diterbitkan. Nomor dari sprindik baru itu adalah  397/0.5/Fd.1/04/2016 tertanggal 12 April 2016. La Nyalla memang"Meski saya yakin sprindik ini nanti kena pra peradilan lagi," ujar Maruli kepada Tempo, Rabu, 13 April 2016. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, La Nyalla Mattalitti yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memenangi gugatan praperadilan yang diajukannya. Gugatan itu terkait penetapannya sebagai tersangka kasus Korupsi Dana Hibah Kadin tahun 2011 sampai 2014.

La Nyalla disebut menyalahgunakan dana hibah sebesar Rp 48 miliar untuk membeli saham perdana sebesar Rp 5,3 miliar di Bank Jatim. Setelah ditetapkan tersangka, La Nyalla tiga kali mangkir dan kemudian kabur ke luar negeri saat dipanggil kejaksaan untuk diperiksa. La Nyalla kemudian mengajukan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka.

 Adapun dalam putusan praperadilan, hakim Ferdinandus menganggap bukti yang dipakai kejaksaan tidak sah. Alasannya, sudah dipakai untuk penuntutan dua pejabat Kadin Jawa Timur, Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring. Hakim pun menyebut kerugian negara sudah dikembalikan sebelum putusan itu dibacakan.

Maruli melanjutkan bahwa penerbitan surat penyidikan baru itu akan diikuti dengan pemeriksaan kembali saksi fakta, saksi ahli, serta dokumen-dokumen bukti yang sudah dimiliki. Terkait bukti, Maruli menegaskan bahwa praperadilan tak akan membatalkan bukti yang sudah dimiliki Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Meski surat penyidikan baru itu berpotensi dipraperadilankan lagi, Maruli mengaku tak gentar. Ia menyatakan akan tetap menerbitkan sprindik baru jika kalah lagi di praperadilan. Menuru Maruli, bukan masalah bilai sampai semua hakim di Surabaya pernah memimpin perkara praperadilan La Nyalla dan memenangkannya.

 "Kami akan fokus dulu di sidang La Nyalla untuk perkara korupsi dana hibah. Dari La Nyalla, baru nanti dikembangkan lagi," ujar Maruli. 

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dandeni Herdiana mengatakan tidak mau terkecoh dengan tersebarnya berita La Nyalla Mattalitti pulang ke Indonesia. La Nyala kabur ke luar negeri sesaat sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur tahun 2012. “Hoax berita itu,” ujar Dandeni saat dihubungi Tempo, Jumat, 15 April 2016.

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial dan YouTube yang menyebut mantan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia itu sudah ada di Indonesia. Website Wartakotalive.com itu mengatakan La Nyalla menggunakan baju hijau dan sandal tengah berbincang dengan seseorang di sebuah hotel di Kota Surabaya pada Jumat 15 April 2016.

Kuasa hukum La Nyalla, Amir Burhanudin, mengaku tidak tahu soal tersebarnya video dengan judul “La Nyalla sudah pulang ke Indonesia, bersantai di hotel mewah”.

 Amir mengaku tidak tahu keberadaan Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur tersebut saat ini. “Tidak tahu saya,” ucap kuasa hukum La Nyalla dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya tersebut.

Hal senada dikatakan Ahmad Riyadh. Sebagai kuasa hukum La Nyalla ketika ditetapkan sebagai tersangka yang pertama. Riyadh mengatakan tidak tahu. “Saya malah tahu dari Tempo,” tuturnya. Riyadh menambahkan, belum ada komunikasi lagi dengan La Nyalla, karena dia baru saja pulang umrah.

La Nyalla sudah dua kali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Penetapan pertama pada 16 Maret 2016. Kuasa Hukum La Nyalla mengajukan praperadilan, kemudian dikabulkan hakim Ferdinandus pada 12 April 2016 di Pengadilan Negeri Surabaya. 

Kejaksaan kembali menetapkan La Nyalla sebagai tersangka untuk kedua kalinya pada 12 April 2016.

La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur untuk membeli saham perdana pada Bank Jatim tahun 2012. Awalnya, Kadin menerima dana hibah mulai 2011 hingga 2014 yang didapat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 48 miliar. La Nyalla menggunakan dana hibah itu untuk membeli saham perdana Bank Jatim sebesar Rp 5,3 miliar. Keuntungan yang didapat dari penjualan saham itu sebesar Rp 1,1 miliar. (Djumhana)
Sumber (Tempo.co (Siti Jihan Syahfauziah&is tmn mp))

About Panter Redaksi

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments