Select Menu

Translate

Utama


Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP



Pariwisata

Nasional



Liputan Langsung

» » JPKP Balikpapan melakukan pendampingan warga tidak mampu.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

PANTER | Balikpapan , JPKP melakukan  pendampingan  terhadap beberapa warga tidak mampu yang sedang “tertahan” di RSU Kanujoso Balikpapan, kasus ini bermula ketika ibu Nimas melahirkan bayi yang masih usia 6 bulan dalam kandungan dikarenakan adanya tekanan darah atau hipertensi dan atas rujukan puskesmas ibu Nimas dirawat di RSU Kanujoso sejak tgl. 27 april 2016 untuk perawan tekanan darah. Tgl.30 April 2016 dokter RSU menyatakan bahwa ibu nimas harus segera operasi cesar,pukul 13.00 wita ibu Nimas melahirkan seorang bayi prematur (6 bulan) dengan cara operasi cesar berat badan bayi 1.2kg dirawat di ruang NICU. 
Permasalahan bermula ketika pihak RSU menagihkan biaya perawatan selama di RS yang cukup besar,Ibu Nimas memiliki kartu kepesertaan BPJS Kesehatan tetapi bayi yang diberi nama Kevin Aprilio ini baru diuruskan setelah lahir sehingga menurut pihak BPJS itu belum bisa ditanggung oleh BPJS ditambah lagi BPJS mensyaratkan agar bayi dikeluarkan terlebih dahulu dari Rumah sakit nanti kemudian perawatan berikutnya baru bisa ditanggung oleh BPJS. Padahal saat itu si bayi masih harus membutuhkan perawan intensif diruang NICU. Oleh karena itu suami ibu Nimas Nurhadi,warga kelurahan  Batu Ampar ini mencoba melakukan pendekatan dan penjelasan pada pihak RS dan BPJS tetapi tidak ada jalan keluar dan hingga pada akhirnya didampingi oleh Ketua RT.70 dan JPKP melaporkan permasalahan ini kepada pihak DPRD dan pihak lainnya.
Pada Jumat tgl.10 Juni 2016 jam 13.00 wit JPKP Balikpapan dan Ketua RT.70 juga bersama team dari Ombudsman Kaltim datang ke RSU Kanujoso untuk bertemu dengan Managemen dan pimpinan RS untuk membicarakan dan mencari Solusi terbaik dalam permasalahan ini,tetapi saat itu Managemen dan pimpinan RS tidak berada ditempat dan hanya bisa berhubungan lewat telepon dan membuat janji bertemu senin tgl.13 Juni 2016 dan pertemuan diadakan diruangan rapat direktur RSU dan pihak RSU dapat memberikan kebijakan maka dicapai beberapa solusi terbaik yang dapat meringankan keluarga pasien ibu Nimas dan Bayi saat itu juga diperbolehkan pulang setelah tertahan selama 7 hari, juga kepada beberapa orang pasien tidak mampu dengan kasus yang sama diberikan kebijakan yang meringankan oleh pihak RSU Kanojoso. Perwakilan JPKP Balikpapan Burhan Afif menyampaikan terima kasih atas respon dan kerjasama yang baik yang telah ditunjukkan oleh manajemen dan pimpinan RSU Kanujoso.
Ketua JPKP Kaltim yang turut mendampingi team Fretty Butarbutar menyebutkan “ JPKP konsisten untuk mendampingi masyarakat dalam berbagai masalah pelayanan publik,salah satunya pelayanan kesehatan yang selama ini belum maksimal dirasakan oleh masyarakat, ini sesuai cita cita pak Presiden Jokowi bahwa tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan ketika mengakses fasilitas kesehatan.      Perihal BPJS Kesehatan ini menjadi temuan kita untuk menjadi masukan untuk revisi aturan BPJS kedepannya bahwa syarat pelayanan untuk bayi baru lahir itu tidak boleh kaku,sebab waktu dan cara kelahiran bayi kan hal yang tidak dapat diprediksi,jadi menurut kami BPJS dalam praktek dilapangan harus bijak terhadap masyarakat yang telah memiliki kartu kepesertaan BPJS Kesehatan,pungkasnya.

About Panter Redaksi

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments