DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » Dishub Balikpapan Buat Terobosan Manajemen Angkutan Umum

PanTer |Balikpapan - Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan resmi menempati kantor baru di Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan, kemarin (1/6). Dalam peresmian gedung baru oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi itu, turut diperkenalkan Sistem Informasi Manajemen Angkutan Umum (SIMAU). Ini menjadi terobosan Dishub Balikpapan dan pertama di Indonesia
Kepala Dishub Balikpapan Sudirman Djayaleksana menjelaskan, SIMAU pada dasarnya untuk membuat manajemen angkutan kota (angkot) lebih tertib. Di mana semua data mengenai angkot akan terekam secara sistematis di dalam sistem berbasis IT.
“Inputnya berupa data kendaraan, data perusahaan dan data pengemudi angkot,” ujarnya.
Selama ini, data masih manual, di mana data kendaraan kerap berbeda dengan yang dimiliki Organda. Terkadang kendaraan sudah tak ada, tapi trayeknya masih ada. Sehingga trayek itu yang diperjual belikan. Begitu juga dengan data perusahaan yang belum jelas. Data pengemudi nantinya setiap kendaraan maksimal didaftarkan atas dua pengemudi dan wajib memiliki KTP Balikpapan.
“Yang terjadi selama ini banyak yang sampai empat pengemudi. Dan mayoritas orang luar Balikpapan. Ini yang sulit, kalau terjadi masalah susah untuk identifikasi,” kata Dirman. Saat ini soal input data sudah rampung dilakukan karena menggunakan data yang ada di Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) atau KIR.
Yang sedang dalam proses adalah input data sopir. Karena banyak keluhan dari pengusaha angkot. Karena mencari sopir Balikpapan relatif sulit. Makanya banyak dari mereka yang mendatangkan dari luar daerah. “Saya katakan ini aturan. Banyak sopir luar daerah baru datang sering sudah langsung bawa kendaraan. Kan bahaya. Sopir juga harus sudah cukup umur,” imbuhnya.
Dengan SIMAU, setiap proses perpanjangan izin trayek yang dilakukan per tahun akan lebih mudah. Setiap pengemudi diberi satu kartu pengawas. Cukup kartu itu yang dibawa ke Dishub bersama kendaraan. Sebab, setiap angkot akan ditempeli stiker dan barcode. Petugas Dishub tinggal scan barcode itu untuk dapat data lengkap dari angkot itu.
Sebelumnya, prosesnya harus membawa buku Kir, kartu pengawasan, foto kopi STNK, SIM atau KTP. Sehingga lebih lama. Dengan sistem ini diharapkan akan diketahui jumlah angkot yang sebenarnya. Data Dishub, saat ini jumlahnya 1.724. sementara jumlah taksi 185 dengan jumlah perusahaan ada 10 perusahaan. Sumber  Prokaltim(*/rsh/fir/k18)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Baca Depok

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

video

Cat-5

Cat-6