PANTAU NUSANTARA

Derap TNI POLRI

Nasional

Peristiwa

Video News


SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 168


يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

[Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi suci dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.]
[O ye people! Eat of what is on earth, Lawful and good; and do not follow the footsteps of the evil one, for he is to you an avowed enemy.



1). Ini menarik. Setelah Allah menyuguhkan kepada kita dua rangkaian ayat yang membincang soal hubungan kepengikutan (antara pengikut dan yang diikuti), tiba-tiba Dia meminta kepada seluruh manusia untuk berhati-hati dalam hal makanan. Ini pasti bukan kebetulan. Juga pasti bukan tak punya hubungan dengan ayat-ayat sebelumnya. Kalau kita cermati, Allah punya pesan yang sangat jelas di ayat ini: jikalau hubungan kepengikutan tidak mengikuti akal sehat dan tuntunan Kitab Suci, maka pasti mengikuti tuntunan “perut”. Saat kepengikutan tak lagi memiliki aspek-aspek teologisnya, dengan serta-merta berubah menjadi soal “makanan” dan “piring”. Orang memilih pemimpin atau imam tak lagi berfikir apa konsekuenasi akhiratnya, tetapi apa yang mereka dapat dengan menjadi pengikutnya. Dan para Khalifah Duniawi tahu persis ini, sehingga menjadikannya bahan permainan kekuasaan. Mereka tahu bahwa manusia paling mudah disandra melalui perutnya. Mereka membagikan setetes keuntungan politiknya kepada ‘ulama’ dan ‘mufti’ (pemilik otoritas untuk berfatwa) dalam berbagai bentuk fasilitas yang memungkinkan ‘ulama’ dan ‘mufti’ tersebut hidup layak dan menjadi tokoh ‘panutan’. ‘Ulama’ dan ‘mufti’ inilah nantinya yang menjadi tameng opini bagi Sang Khalifah sehingga serangan publik tak pernah mendarat langsung di wajahnya. Caranya; menyembunyikan ayat-ayat Allah yang berkenaan dengan Khalifah Ilahi yang sesungguhnya seraya ‘memperhalus’ atau bahkan ‘membelokkan’ makna ayat-ayat yang mengecam para Khalifah Duniawi. “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab Suci dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (2:174)

2). Dampak selanjutnya dari perbuatan ‘ulama’ dan ‘mufti’ bayaran ini ialah terpecah-belahnya umat ke dalam berbagai kelompok. Penyebabnya; tiap datang Khalifah Duniawi yang baru selalu punya keinginan dan hasrat politik yang berbeda sebagaimana berbedanya gaya kepemimpinan mereka. Sehingga ‘ulama’ dan ‘mufti’ pun “dipaksa” menyesuaikan fatwa dan opini keagamaan mereka masing-masing, kendati subjek bahasannya sama. Setiap jenis fatwa dan opini ini melahirkan komunitas pengikutnya sendiri-sendiri. Lahirlah mazhab-mazhab. Terbentuklah golongan-golongan. Bergemalah suara-suara. Muncullah ketegangan-ketegangan. Bergandalah masjid-masjid. Akibatnya; kekuatan politik umat tercerai-berai menjadi sebanyak langgar-langgar. Sehingga tidak ada lagi kedamaian di surau-surau, yang ada ialah kebisingan pendapat-pendapat. Para Khalifah Duniawi tinggal menebar jala, menuai keuntungan besar, cukup dengan menerapkan manajemen konflik dari kursi goyangnya sambil mengisap cerutu impornya. “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang suci-bersih, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.” (23:51-54)

3). Dari pembahasan di poin 1 dan 2, kita bisa memahami makna dari kata حَلاَلاً طَيِّباً (halālan thayyiban, yang halal lagi suci). Yang halal sudah jelas; statusnya: boleh. Lawannya, haram; statusnya: terlarang. Lalu yang thayyibah masuk dimana? Kalau kita artikan thayyibah itu “yang baik”, bukankah yang halal itu secara otomatis juga “baik”? Sehingga mengartikan thayyibah itu “yang baik” hanya akan mengacaukan pengertian halal—muncul kesan bahwa tidak semua yang halal itu baik. Padahal mana mungkin Allah meng-halal-kan sesuatu kalau sesuatu itu mengandung unsur-unsur yang “tidak baik”. Firman-Nya: “... menghalalkan bagi mereka segala yang baik (at-thayyibāt) dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (al-khabāits)...” (7:157) Juga: “Mereka menanyakan kepadamu: ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka?’ Katakanlah: ‘Dihalalkan bagimu segala yang baik (at-thayyibāt)...’.” (5:4) “Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik (at-thayyibāt)....” (5:5) Dari ayat-ayat itu jelas bahwa yang halal sudah pasti juga “baik”. Kalau begitu apa itu thayyibah? Ayat berikut ini bisa membantu kita: “Wanita-wanita yang khabĭtsah (buruk) adalah untuk laki-laki yang khabĭts (buruk), dan laki-laki yang khabĭts (buruk) adalah buat wanita-wanita yang khabĭtsah (buruk), dan wanita-wanita yang thayyibah (baik) adalah untuk laki-laki yang thayyib (baik) dan laki-laki yang thayyib (baik) adalah untuk wanita-wanita yang thayyibah (baik). (Bila) mereka (yang dituduh berzina) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh), (maka) baginya ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (24:26) Kalau begitu thayyibah itu bermakna “bersih dari dosa (dalam hal perbuatan) atau najis (dalam hal makanan)”. “Dan tanah yang baik (at-thayyib), tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang buruk (khabutsa), tanaman-tanamannya tidak tumbuh kecuali dalam keadaan merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (7:58)

4). Dengan demikian bekerja di bawah pemimpin yang melakukan (atau mendukung pelaku) kejahatan terhadap kemanusiaan atau menentang ayat-ayat Allah, maka pendapatan yang diterima tidak lagi berkategori حَلاَلاً طَيِّباً (halālan thayyiban, yang halal lagi suci), karena secara tidak langsung membantu mereka melakukan perbuatan buruk tersebut. Bekerja pada mereka sendiri (tanpa berani melakukan teguran sepertimana Musa lakukan terhadap Fir’aun dan Ibrahim terhadap Namrut) sudah menjastifikasi secara halus tindakan-tindakan mereka. Mereka seakan menemukan kekuatan moral di balik keterlibatan ‘ulama’ dan ‘mufti’ di dalam pemerintahan mereka. Itu sebabnya, bagian akhir ayat ini berbunyi:
وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ (wa lā tattabi’ŭ khuthuwātis-syaythāni innaɦu lakum ‘aduwwun mubĭn, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu). Allah menyebut mereka sebagai عَدُوٌّ مُّبِينٌ (‘aduwwun mubĭn, musuh yang nyata) karena orang awam pun dengan mudah mengenali mereka. Kalau syaitan yang dimaksud di sini ialah yang berkelebat-kelebat dalam kegelapan dan di rumah-rumah hantu, tentu itu tidak مُّبِينٌ (mubĭn, nyata). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorangpun dari kalian bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (24:21)

5). Hadits Nabi saw.:

أَخْبَرَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ بَهْدَلَةَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ تَلَا { وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

[Telah mengabarkan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami 'Ashim bin Bahdalah dari Abu Wa`il dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata: "Pada suatu hari Rasulullah saw membuat sebuah garis lurus untuk kami, kemudian beliau bersabda: 'Ini adalah jalan Allah', kemudian beliau membuat garis-garis di sebelah kanan dan kirinya, seraya bersabda: 'Ini adalah jalan-jalan lain (yang tersedia), di setiap jalan tersebut ada syaitan yang mengajak untuk mengikutinya (jalan tersebut). Lalu beliau membaca ayat: ‘Inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan tersebut. Dan, janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain. Jika kalian mengikuti jalan-jalan tersebut, niscaya kalian semua akan terpisah dari jalanNya’.”] (Sunan Darimi no. 204)

AMALAN PRAKTIS
Sebagai makhluk biologis, manusia sangat tergantung pada makanan dan minuman. Lalu muncul terma lain yang disebut “pendapatan”. Apabila manusia tersandera oleh perutnya maka mereka akan melakukan apa saja untuk mengenyangkannya, termasuk dengan ‘mejual’ ayat-ayat Allah kepada para (pemimpin dan atau pendukung atas) pelaku kejahatan terhadap kemusiaan. Orang yang memakan dari pendapatan seperti itu, maka makanannya tidak lagi berkategori halālan thayyiban (yang halal lagi suci).
Jalu Perkasa
Bantu ya lgi mencari SPG sebanyak 250 orang yang akan ditempatkan di Lottemart Kuningan, Jakarta. SPG tersebut akan dikontrak min 6 bulan masa percobaan dan dikontrak di bawah Mitra Produktif Indonesia. untuk di Jakarta


Syarat
1. Wanita
2. Pendidikan Min SLTA
3.. Usia 18 - 28 Tahun
4.. English Pasif
5.. Good Looking
6.. Tinggi Min 158cm
7. Berat Proporsional
8.Kontrak min 6 bln (Masa percobaan)

Benefit yang akan didapatkan :

1. Gaji : 2.200.000 (UMP)
2. Uang Transport Paket sebesar 200 - 300 rb per bulan
3. Makan dapat catering dari supermarket setiap hari
4. Di luar lemburan (Overtime)

Kandidat diharapkan membawa :

1. CV dan Lamaran lengkap
2. Photo copy Ijasah terakhir
3. Photo ukuran 4x6 2 lembar
4. Photo copy KTP
5. Photo copy sertifikat - sertifikat


J.P 087882708328 - 082138577787 

Belum lama Ketua LSM KAPOK ini di gulung habis oleh pihak Polres Kota Depok ketika mendemo pembangunan Gedung Bale 2 bersama 11 Marga  yang di duga keras adanya Kasus Mark Up  biaya Pembangunan gedung bale 2 tersebut. dan kemarin 27 April 2013 terjadi lagi kekerasan dilakukan pada Aktivis DKR ketika mendemo pada hari ulang tahun kota Depok yang ke 14,
"Ada apa dengan Kepemimpinan Kapala Kepolisian Resort Kota Depok Bpk Kartiko, baru 5 bln memimpin jajaranya sudah 2 kali terjadi KEKERASAN terhadap Aktivis kota Depok yang melakukan Demo akibat Walikota yang tidak melihat Rakyat nya"   tegas  KASNO   sebagai  Ketua LSM KAPOK Kota Depok . 

" Ini yang membuat kami tidak habis Pikir 2 kali kejadian KEKERASAN tersebut manakala kami sdg mengkritisi kebijakan Walikota Depok yg tidak berpihak terhadap masyarakat kecil dan berbau KORUPSI....! Tegas Kasno. 
"Kepemimpinan Bpk Kartiko sebagai Kapolres Kota Depok sangat sangat jauh dan jauuuuuh sekali dengan kepemimpinan Kapolres Kapolres sebelumnya" Tegas Kasno pula, "Ka.Polres  yang lama sangat mengedepankan Komunikasi maupun dialog dengan rekan rekan Aktivis di Lapangan sehingga kami terhindar gesekan apalagi sampai terjadi tindak kekerasan di lapangan.... Kami ini Rakyat yang Peduli Atas Hukum dan Negara dan Kami Bukan Penjahat Pa KaPolres" Tegas Kasno . 
" Mohon pendapat masukan dan informasi dari rekan rekan Fesbuker terkait 2X tidakan KEKERASAN aparat Kepolusian Kota Depok terhadap rekan rekan Aktivis " Akhir Ucapan Kasno. (FB)

Brantas Online
CEC : Upacara peringatan Hari Jadi Depok ke-14 pada tanggal 27 April 2013 hari ini, diwarnai demo aksi unjuk rasa. Terjadi aksi dorong-mendorong antara polisi dengan para pendemo. Peristiwa tersebut dinilai "kontroversial" dengan topik acara yang sesungguhnya, karena menimbulkan korban daripada warga masyarakat Depok.

Biasanya, bila ada acara peringatan dan memperingati, apalagi yang disebut peringatan "Hari Jadi" seseorang atau sebuah kota, suasana selalu meriah dan dalam keadaan senang dan gembira. Namun, dalam acara tersebut di era kepemimpinan periode kedua Nurmahmudi, suasana tampak mencekam bahkan menyeramkan.

Polisi memukuli warga..? Kenapa..? Ada apa dengan Depok...? Sudah menjadi seburuk itukah situasi dan kondisi di Pemerintahan Nurmahmudi ..? Poltak Hutagaol, mengabarkan > Massa demonstran yang tergabung dari berbagai aliansi terlibat baku dorong dengan petugas saat melakukan aksi memblokir jalan di depan kantor Walikota Depok, Jawa Barat, Sabtu (27/4). 

Aksi bertepatan dengan hari jadi kota Depok ke 14 dan massa aksi menuntut penyelesaian berbagai masalah seperti penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan, pembebasan lahan tol Cijago, dana bansos yang tidak tepat sasaran, dana sertifikasi guru, serta penegakan hukum bagi aparat pemkot yang tersangkut korupsi.

FOTO ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/ss/mes/13 — bersama Cec Depok dan 49 lainnya. Seorang pengunjukrasa dari Dewan Kesehatan Rakyat Kota Depok Tak sadarkan diri di Halaman Polresta Depok .
" Saya dipukuli polisi, mereka berseragam " Ujarnya sebelum Roboh (27/4) Sementara, Redaksi Koran Fesbuk Depok melaporkan, "Koordinator Aksi, Roy Pangharapan, ditangkap polisi saat berunjukrasa , maka terjadilah adu fisik antara demonstran dan polisi. 

Pengunjukrasa yang tak sadarkan diri itu dilarikan ke RS Mitra Keluarga Depok . Ratusan Pengunjuk rasa masih bertahan di RS Mitra Keluarga . Oleh: Redaksi Koran Fesbuk Depok. (cy)
Brantas Korupsi 
Cibinong,
Pemerintah Jawa Barat Tahun 2011 dan Tahun 2 012 untuk wilayah Kabupaten Bogor diduga banyak yang fiktif pengalokasian dana tersebut. Masalahnya dana Bansos  yang diterima oleh warga tidak sesuai dengan jumlah dana yang seharusnya diperuntukkan bagi desa-desa yang ada di wilayah Kabupaten Bogor. Sebagai contoh adanya permohonan bantuan dari Desa Ciapus Kecamatan Ciomas sebesar Rp.65 juta, tapi dalam kenyataannya tidak utuh diterima oleh warga sebesar Rp.65 juta. Hal itu dismaapikan oleh warga desa Ciapus, yang mohona namnya dirahasiakan.

Padahal pihak desa  sudah memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut, bahkan  juga menyerahkan kwitansi kosong yang sudah ditandatangani oleh perangkat desa yang ditujukan kepada Bupati Bogor, dalam hal ini Kepala BPKBD Kab. Bogor.
Sementara itu, banyak  tudingan yang dialamatkan kepada oknum-oknum anggota DPRD Kab. Bogor  dan pejabat-pejabat structural Pemkab Bogor yang dianggap mencederai kepercayaan daripada warga masyarakat sesuai dengan daerah pemilihannya (Dapil) masing-masing di wilayah kabupaten Bogor.
Sebab oknum anggota dewan terkesan dianggap bertindak sebagai calo dana bansos.
Modusnya adalah warga masyarakat disuruh membuatkan proposal yang ditujukan kepada Bupati Bogor Rachmat Yasin, tapi dalam prakteknya yakni peoses pencairan dana bansos tersebut yang mengambil langsung dari keuangan daerah adalah oknum-oknum anggota DPRD Ka. Bogor itu sendiri. Kemudian dari hasil  pencairan proposal tersebut, masyarakat desa dikasih hanya sedikit jumlahnya, l;alu yang paling banyak bagiannya adalah utnuk oknum anggota dewan itu sendiri. Mislanya anggota Dewan yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kab. Bogor Iyus Juher justru dituding warga Bogor Barat yang sering mengajukan proposan Bansoso untuk perdesaan, tapi proposal tersebut tidak jelas kapan dicairkan, Oleh karena itu diharapkan agar pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyelidiki dana Bansos tahun 2011 dan tahun 212 baik itu dari Propinsi Jabar maupun dari APBD Kabupaten Bogor itu sendiri, ujar  Ujang, warga Bogor barat tersebut. (tardip)

Labels

Adv artikel bali Banten bisnis Bogor budaya daearh daerah daetah depok Depok derap dewan Featured fenomena fokus gayahidup Headline Hiburan hukum Humas Polda Kaltim investigasi iptek Irian Jaya jabodetabek Jakarta Jawa Barat jawatengah jawatimur Jokowi Kalimantan kaporli Kebersihan kesehatan KPU kriminal kulener kuliner lampung lantik LPII luarnegeri mahasiswa Market masyarakat miskin membangun menteri Metro mitos MSDC Nahdlatul Ulama Nariyahan Nariyahan Nusantara nasional nelayan nias Nur'azizah obat olahraga opini ott Pajak Paluta papua pasar kemiri pdip PDRM Pekanbaru Pelalawan pelayanan Pemalang Pembangunan pembunuhan pemerintah pemilu Pemuda pendidikan penyandangdisabilitas perbaungan peristiwa peristuwa perkelahian anggota DPRD perkelahian anggota DPRD Riau perkemi Pertamina pertanian Perusahaan listrik negara pidana pilkada pinggir PKB pkk Pks pln PLTA Batangtoru pm malaysia PMII PN Medan PN Siantar PNS polisi peduli politik Polres Polres Balikpapan Polres Nias Polres_sidempuan Polresta polrestabes_medan polrestapekanbaru polri Polsek Air Batu polsekskppekanbaru ponorogo ppwi pradi supriatna Presiden prestasi probolinggo profile PT PLN PT_KAI purwakarta rahmansyah_putra_sirait RAPP redaksi Redia Frisna Rista regional Rei renungan Repdem Riau rizal efendy rokan rupiah samarinda samosir sampah depok samsat depok satlantas polres asahan Satma_pp sekda_provsu seleb sepakbola serang serbada sergei Sertijab Sholawatan Siak Siantar Sidoarjo sijunjung Silo Laut simalungun sinabung siswa Slawi solo soroako sosial sosialisasi sukabumi sulawesi sumut Surakarta Susanto Suwandi tamanlalulintas tanggerang tanjung balai tapteng Tasimin tebing tinggi tegal tipikor Tips tmmd tni depok fokus tokoh tokohpemudaaceh trawas Tumpas video Wajo wakapolri walikota depok Wisata

Epaper

Total Pageviews