PANTAU NUSANTARA

Derap TNI POLRI

Nasional

Peristiwa

Video News

You are here

Warga Minta Pemkot Depok Bongkar BTS Ilegal

Warga Jalan Mawar Raya, RT005 RW24, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membongkar Base Transmitted System (BTS) ilegal yang berdiri di tengah pemukiman warga. Sementara, warga di lingkungan RT005 tidak satupun diberi tahu mengenai rencana pendirian menara tersebut. "Menara seluler itu sudah berdiri sejak tiga bulan lalu tanpa persetujuan dari lingkungan sekitar. Rumah saya hanya lima rumah dari lokasi pendirian BTS, namun tidak ada satupun orang yang mengajukan izin ke saya," kata salah seorang warga, Partogi, Minggu (25/11).Apalagi pendirian BTS tanpa dilengkapi alat penangkal petir dan radiasi. Sehingga barang-barang elektronik milik warga menjadi korban Namun,anehnya pemilik BTS seolah tutup mata.  Warga yang sudah geram dengan keberadaan BTS tersebut mendatangi lokasi.Memasang poster yang bertuliskan perintah segera membongkar BTS seluler tersebut. "Jumat sore, warga menerima surat undangan dari PT Komet, pihak konsorsium rekanan dari seluler untuk diminta menyaksikan pengukuran dan penangkal petir," kata Partogi.Partogi menuturkan, undangan tersebut secara spontan digunakan warga untuk berunjuk rasa karena merasa kesal aspirasinya tidak didengar. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok juga didesak untuk menindak tegas terhadap keberadaan BTS tersebut. Situasi sempat memanas saat Lurah Sukamaju Haidir Fauzi menemui para petugas konsorsium. Warga meminta aparat untuk bertindak tegas karena BTS tersebut ilegal. "Lurah jangan main mata dengan mereka. Kami yang merasakan dampak keberadaan BTS secara langsung," ujar Partogi.
Warga lainnya, Dharta mengatakan, warga sudah bolak-balik melayangkan surat protes ke RT dan RW setempat, namun sama sekali tak ada tanggapan. Bahkan, warga sudah mengajukan surat protes ke Wali Kota Nur Mahmudi Ismail dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Warga menduga telah terjadi kongkalikong antara investor dengan aparatur daerah setempat. "Kami sama sekali tidak dihargai. Kami awalnya mencoba sabar, hingga akhirnya berdiri. Tapi tidak ada satu orang pun mencoba menjelaskan ke warga soal BTS tersebut," katanya.
Dharta mengungkapkan, warga makin dibuat kesal lantaran BTS ilegal itu mulai menimbulkan dampak negatif. Salah satunya adalah membuat televisi warga meledak, serta gangguan frekuensi radio. "Saya kaget habis pulang dari luar kota, semua televisi warga pada rusak, saya nyalahin televisi di kamar, ternyata langsung meledak, sebelumnya MCB listrik juga terbakar dan meledak," tukasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Hary Pansila mengatakan, BTS telepon seluler itu ilegal karena tak mengantongi izin tetapi  sudah berdiri. Dia menambahkan, dari sisi teknis, pendirian BTS tersebut memang harus diukur radiasinya. Jika tidak diukur maka mengganggu listrik dan peralatan elektronik. "Kita hanya bicara teknis, ini konstruksi baru, jadi saya kira kuat. Namun kalau untuk radiasinya  butuh pengukuran, dan itu baru bisa diukur ketika sudah berdiri dan kluar IMB nya. Sementara ini  belum keluar IMB nya, dan ilegal. Kalau sudah diukur baru tingkat radiasi ketahuan, ganggu listrik,  elektronik. Jadi memang itu resiko menara dirikan ditempat pemukiman," ungkapnya.
Pihaknya, lanjut Hery, akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan memanggil pihak provider serta rekanan. Menara tersebut, lanjutnya, tak perlu dibongkar, hanya tinggal menambah penangkal untuk meredam radius. "Tak hanya IMB, keamanan radiasi juga akan kita lihat," paparnya. (Copas Depokterkini.co)

Brantas S

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Labels

Adv artikel bali Banten bisnis Bogor budaya daerah Depok derap dewan Featured fenomena fokus gayahidup Headline Hiburan hukum Humas Polda Kaltim investigasi iptek Irian Jaya jabodetabek Jawa Barat jawatengah jawatimur Kalimantan kaporli Kebersihan kesehatan KPU kriminal kulener kuliner lampung lantik LPII luarnegeri mahasiswa Market masyarakat miskin membangun menteri Metro mitos MSDC Nahdlatul Ulama Nariyahan Nariyahan Nusantara nasional nelayan nias Nur'azizah obat olahraga opini ott Pajak Paluta papua pasar kemiri pdip PDRM Pekanbaru Pelalawan pelayanan Pemalang Pembangunan pembunuhan pemerintah pemilu Pemuda pendidikan penyandangdisabilitas perbaungan peristiwa perkelahian anggota DPRD perkelahian anggota DPRD Riau perkemi Pertamina pertanian Perusahaan listrik negara pidana pilkada pinggir PKB pkk Pks pln PLTA Batangtoru pm malaysia PMII PN Medan PN Siantar PNS polisi peduli politik Polres Polres Balikpapan Polres Nias Polres_sidempuan Polresta polrestabes_medan polrestapekanbaru polri Polsek Air Batu polsekskppekanbaru ponorogo ppwi pradi supriatna Presiden prestasi probolinggo profile PT PLN PT_KAI purwakarta rahmansyah_putra_sirait RAPP redaksi Redia Frisna Rista regional Rei renungan Repdem Riau rizal efendy rokan rupiah samarinda samosir sampah depok samsat depok satlantas polres asahan Satma_pp sekda_provsu seleb sepakbola serang serbada sergei Sertijab Sholawatan Siak Siantar Sidoarjo sijunjung Silo Laut simalungun sinabung siswa Slawi solo soroako sosial sosialisasi sukabumi sulawesi sumut Surakarta Susanto Suwandi tamanlalulintas tanggerang tanjung balai tapteng Tasimin tebing tinggi tegal tipikor Tips tmmd tni depok fokus tokoh tokohpemudaaceh trawas Tumpas video Wajo wakapolri walikota depok Wisata