Select Menu

Translate

Utama

Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP

Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung


PANTAUTERKINI.CO.ID, Pemilu 2018 akan diselenggarakan sebentar lagi. Berbagai upaya dilakukan oleh partai dan politisi demi mendongkrak elektabilitas mereka menjelang pesta demokrasi. Upaya mendongkrak elektabilitas tersebut diwujudkan dalam bentuk yang beragam. Misalnya dengan mengiklankan diri melalui tayangan televisi, kampanye online, melakukan gerakan sosial, hingga praktik kotor penerapan politik uang.
 

Hampir setiap lima tahun sekali masyarakat Indonesia dihadapkan pada polemik pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari Pilihan Bupati (Pilbup), Pilihan Gubernur (Pilgub) hingga Pilihan Presiden (Pilpres). Teriakan Yel Yel mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) tampak marak dari berbagai sudut alun alun Kabupaten ataupun Kota. Sadar tidak sadar wajah wajah mereka tampak guratan keterpaksaan berteriak demi sebuah kepentingan dan hanya sebagian dari peneriak Yel yel tersebut ikhlas tanpa daya.
 

Kampanye terselubung dengan menyisipkan kegiatan bagi-bagi duit sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat di republik ini. Entah pemilihan kades, bupati, caleg, bahkan presiden, politik uang dianggap sebagai bagian yang wajar. Selain itu, karena dianggap sebagai strategi yang optimal untuk menjaring suara, politik uang pun menjadi rutinitas yang semakin akrab dikalangan politisi dan masyarakat.
 

Wilayah Kabupaten dan Kota Tegal yang tahun ini 2018 tepatnya 27 Juni nanti akan mengikuti Pilkada serentak baik PilBup – PilGub –dan Pilpres. Tiga Pasangan Calon Bupati, Dua Pasangan Calon Gubernur menjadi perdebatan seru hingga pergunjingan di pojok pojok warung sampai perempatan jalan,
 

Sungguh Ironis Pesta Demokrasi yang merupakan menjadi ajang pesta masyarakat untuk menentukan siapa pilihannya justru terkadang tercoreng oleh beberapa oknum yang justru memiliki peranan dalam pesta demokrasi, tak hanya itu mereka (red- Paslon) rela menginap dan menyambangi warga desa yang berkehidupan minus perekonomian sebagai bentuk perwujudan kepedulian, berbagai tawaran dari mulai barang hingga perbaikan rumah ditawari guna menarik simpati saat pencoblosan nanti.
 

Gambaran seperti ini semakin banyak terjadi di saat pemerintah bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum serta instansi terkait, semakin gencar teriakan “Awas Politik Uang” membuat para team sukses harus bekerja ekstra mencari kreatifitas dan ide baru, bahkan diberbagai wilayah justru mengalihkan untuk tidak menerima uang namun dengan memberikan cindermata atau sekedar kenang kenangan terutama kaum perempuan menjadi sasaran utama pilkada 2018.
 

“ Pemilihan Kepala Daerah tahun ini, kami banyak menerima kerudung sampai sembako berbeda dengan saat pilkada tahun 2014 lalu, ujar Rukmini nama samara warga yang kerap mendapat undangan giat acara perkenalan para paslon di wilayahnya.
 

Politik uang tidak hanya diartikan dalam bentuk uang, tetapi juga materi lain berupa bingkisan,sembako atau suvenir bahan kampanye lain yang jumlahnya melebihi Rp 25.000. dan biasanya kaum wanita wanita yang banyak menjadi sasaran para oknum berkepentingan tersebut selain masyarakat yang notabene nya memiliki pengetahuan rendah tentang politik cenderung tidak kritis dalam menanggapi persoalan ini, yang tampak dalam benak mereka hanya Uang, padahal jika kita telisik jumlahnya tak seberapa  dibandingkan focus mereka terhadap calon pemimpin yang mereka pilih dalam membangun serta memperbaiki kondisi pemerintahan dalam jangka panjang.
 

Berkaca dari masyarakat dan fenomena jaman Now membuat kita bisa melihat bahwa pendidikan politik di Indonesia saat ini belum menyentuh pada seluruh lapisan masyarakat. Kurangnya kesadaran ini mengakibatkan masyarakat menjadi abai terhadap peningkatan kualitas politik di masa yang akan datang.  Sikap masyarakat yang membenarkan politik uang demi perbaikan fasilitas merupakan bukti dari keputusasaan mereka. Seakan masyarakat merasa bahwa tidak ada cara lain untuk meningkatkan fasilitas setempat kecuali dengan memanfaatkan momentum pemilu ini alias aji mumpung.
 

Hampanya suara desing motor, arak arakan peserta kampanye serta Yel Yel sepanjang jalan mendukung salah satu paslon mulai tak terdengar marak, entah lah mungkin karena anggaran yang tak tersedia dari para paslon, namun yang jelas demi menjaga suasana kondusifitas yang disesuaikan dengan tema pilkada menuju  “Pilkada Damai 2018” dan penulis  berharap pihak pemerintah serta pihak terkait tetap waspada mencegah bergulirnya politik uang dengan gaya Jaman Now yaitu makna yang sama dengan bungkus yang berbeda.
 

Selanjutnya penulis juga berharap pemerintah bersama pihak terkait bekerja ekstra melakukan sosialisasi tata cara penoblosan serta melipat kertas kepada masyarakat secara terus menerus guna menghindari kerusakan kertas suara akibat kurang pahamnya tata cara pencoblosan sehingga dapat merugikan suara paslon.(cahyo/ foto ilustrasi google)

PANTAUTERKINI.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 220 korban terdampak kebakaran di Jl. Kebon Sayur II Kelurahan Bidara Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur mendapatkan bantuan. Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Timur mendistribusikan bantuan tersebut.
 
Total ada 43 unit rumah yang terbakar dan mengakibatkan sekitar 72 Kepala Keluarga atau 220 orang yang menjadi korban terdampak kebakaran. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh kompor gas.
"Kebakaran terjadi di RT. 007, dan 008 Semuanya berada di RW. 14. Ketika ada kabar terjadi kebakaran, Tim PSKB kami segera menyiapkan bantuan sementara. Dalam SOP kami 2 jam respontime bantuan sudah diberikan," kata Benny Martha, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur saat dihubungi pada Minggu (27/5).
 
Benny melanjutkan, makanan siap saji itu berasal dari dapur umum Suku Dinas Sosial Jakarta Timur 
dan akan dioperasikan hingga 3 hari ke depan. Pengoperasian dapur umum dapat ditambah waktunya sesuai kebutuhan dan permintaan.
 
Saat ini pihaknya pun telah mendistribusikan bantuan sementara berupa selimut 130 lembar, terpal 30 lembar, paket sandang 30 paket, pekat kebutuhan anak 20 paket, paket kebutuhan lansia 9 paket, paket kebutuhan khusus 9 paket,  dan lauk pauk 120 paket.
 
Pihaknya juga telah mendirikan tenda pengungsian sebanyak 3 unit dari Suku Dinas Sosial Jakarta Timur di Kelurahan Bidara Cina. Tenda pengungsian itu menjadi tempat tinggal sementara bagi para korban.
 
Selanjutnya seragam sekolah dan kebutuhan logistik lainnya akan didistribusikan kemudian dan disesuaikan dengan stok logistik yang dimiliki Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
 
Selain itu, pihaknya dibantu oleh warga  setempat dengan adanya Kampung Siaga Bencana (KSB) di daerah tersebut. KSB dikelola sendiri oleh warga namun bahan logistik dikirim dari Dinas Sosial DKI Jakarta. Ini mempercepat bantuan sampai kepada korban.
 
"Bantuan-bantuan yang kami berikan itu sementara, apabila nanti ada kebutuhan yang perlu ditambah maka akan kami tambah, tim kami yang berada di lapangan sedang melakukan pendampingan dan koordinasi dengan aparat setempat," kata Benny.(Mf/Cah)



Serda Ansory Anggota Babinsa Koramil 02/Beji dengan Anggota Polsek Beji telah melaksanakan kegiatan Patroli dan Pengamanan di Gereja Soteria Jl.Ridwan Rais RT 002/006 Kel. Beji Timur Kec. Beji Kota Depok(27/05/2018).

Pengamanan dilakukan sebagai upaya dalam memebrikan rasa aman kepada umat nasrani yang sedang menjalankan ibadah mingguan dan menjalin sinergitas 3 pilar dalam rangka deteksi dini potensi gangguan kamtibmas.

Disamping itu kegiatan pengamanan itu juga untuk memupuk semangat toleransi antar umat beragama yang diharapkan dapat menepis stigma bahwa islam adalah agama yang radikal, hal ini dibuktikan dengan hadirnya Babinsa Serda Ansory yang notabene saat itu juga sedang  melaksanakan ibadah puasa namun tetap melaksanakan tugasnya dalam memeberikan rasa aman kepada warga nasrani. 

Dengan keberadaan kami diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada warga Umat Nasrani agar dapat beribadah dengan tenang dan aman, itu merupakan tujuan kami semua disini, demikian uangkap Babinsa. 

Tidak hanya mengamankan Babinsa bersama aparat terkait yang melakukan pengamanan juga melakukan komunikasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan dalam menjaga wilayah yang aman dan kondusif serta menjunjung tinggi Toleransi Agama terutama kepada Umat Muslim yang saat ini sedang menjalankan Ibadah Puasa.

” Kami mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaaan lingkungan demi terwujudnya Kamtibmas yang aman dan damai serta selalu jalin silahturohim dan toleransi yang kuat sesama umat beragama, Ucap Serda Ansory. (Koes)
-


PANTAU TERKINI.CO.ID.Depok
Ramadhan telah tiba , bulan penuh berkah yang dinanti nanti kedatangannya setiap tahun. Setiap umat muslim pastilah ingin menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini sebulan penuh.


  • Tentu saja dibutuhkan kekuatan dan kesehatan fisik serta mental yang kuat dalam menjalankan ibadah puasa ini. Bagi yang sehat diharapkan tidak ada kendala dalam menjalankannya. Tetapi bagaimana dengan orang orang yang tidak dalam kondisi yang cukup baik ? Misalnya kelompok yang dinyatakan menderita penyakit kronik atau degenerative tertentu ataupun karena bertambahnya usia.

Pada tanggal 25 Mei 2018 Brawijaya Hospital mengadakan semiinar awam dan santunan anak yatim. Seminar bertemakan " Sehat Dan Bugar di Bulan Ramadhan " dengan pembicara dr.Kaharudin. Sp.Pd.  Acara seminar awam ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat bagaimana menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar selama bulan Ramadhan.

Brawijaya Hospital Depok diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat dan telah beroperasional untuk memberikan  pelayanan kesehatan pada tanghal 11 Januari 2018, saat ini mempunyai keunggulan dalam hal pelayanan ibu dan anak.

Brawijaya Hospital Depok memiliki fasilitas dan pelayanan antara lain : Kebidanan dan Kandungan, Kesehatan Anak, Penyakit Dalam, Bedah Umum, Dental Center, Dermatologi, THT, Mata, dan Neurologi, IGD, Radiologi, USG 2D/4D, Labotatorium, Farmasi, Fisioterapi, Rawat Inap, Critical Care ( ICU, PICU, NICU, dan Intermediate ). Saat ini kami pun sedang mengembangkan Klinik Fertilitas, dengan harapan dapat menjawab tantangan yang diberikan oleh Pemerintah daerah Jawa Barat dalam memberikan pelayanan yang prima terutama dalam kesehatan ibu dan anak.

Brawijaya Hospital ikut aktif berpartisipasi dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat awam mengenai pola hidup sehat dan tindakan preventifnya   " Pengetahuan mengenai pola hidup sehat agar tubuh tetap bugar selama bulan Ramadhan sangatlah penting diketahui, maka kami rasa perlu melakukan seminar ini untuk masyarakat " tutur drg.Hestiningsih. SEMARS selaku Direktur Brawijaya Hospital. Dalam acara ini diselenggarakan pula santunan kepada anak yatim sebagai kepedulian Brawijaya Hospital kepada masyarakat sekitar.

Brawijaya Hospital Depok hadir untuk memberikan pelayanan yang prima untuk masyarakat dan kami melayani dengan hati sesuai motto kami " The Hospital With A Heart " .( rls)
- -

JAKARTA, PANTUTERKINI.CO.ID Forum Masyarakat Tionghoa Kalbar Peduli menyatakan keberatan atas pernyataan Lieus Sungkarisma sebagai Koordinator Forum Aspirasi Rakyat yang mengatasnamakan masyarakat Tionghoa terkait dukungan politik dengan hastag #2019GantiPresiden.

"Kami tidak pernah memberikan mandat kepada Forum Aspirasi Rakyat atau organisasi lainnya untuk mengatasnamakan masyarakat Tionghoa dalam mengeluarkan pernyataan politik terkait gerakan #2019GantiPresiden. Hal tersebut merupakan hak masing-masing masyarakat Tionghoa sebagai bagian dari warga negara Indonesia." ujar Riyan Agatha, juru  bicara Forum Masyarakat Tionghoa Kalbar Peduli di Hotel Ozone, Minggu (27/5/2018).

Berdasarkan hal-hal tersebut, Forum Masyarakat Tionghoa Kalbar Peduli meminta agar masyarakat Indonesia secara umum dan khususnya masyarakat Tionghoa Kalbar secara khusus, dapat bersatu padu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai landasan hidup dalam berbangsa dan bernegara. 

"Kami senantiasa mendukung pemerintahan yang sah sesuai dengan keputusan sistem demokrasi Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk Pemilihan Presiden. Mari kita bersatu jangan sampai terpecah belah saudara ku se bangsa se Tanah Air," ajak pria asal Siantan Pontianak Kalbar ini.(vic)
-



PANTAU TERKINI.CO.ID,PALOPO-Pjs Walikota Palopo mealukan Kunjungan mendadak di kantor BPBD Palopo,  ini dilaksanakan untuk melihat langsung kegiatan Petugas atau Satgas tanggap bencana.

Dalam kunjungannya tersebut Andi Arwien berikan arahan -arahan kepada para petugas/pegawai di kantor BPBD Palopo, "Dengan peralatan yang ada ini hendaklah di pakai dahulu sambil diplanning ke depan bagaimana solusinya.
Dan juga dengan keterbatasan anggaran dapat di kondisikan memang dengan melihat jumlah anggaran yang ada masih sangat kurang, tetap siaga dan tanggap terhadap tugas." harap Andi Arwien.

Kunjungan ke BPBD Palopo dilaksanakan siang tadi, Jumat 18 Mei 2018 dalam kunjungan tersebut PJS Walikota Palopo Andi Arwien S.STP melakukan sharing dan juga mendengar sumbang saran dari pegawai/petugas kantor BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palopo.(Hms/Suardi)







PANTAU TERKINI.CO.ID,PALOPO-Rapat pencairan dana Hibah tahap III  Pilwakot tahun 2018, berlangsung di Aula Kantor BPKAD Kota Palopo, Jum'at 18 Mei 2018

Diawali dengan penyampaian dari Kepala BPKAD Drs.H.Hamza Djalante bahwa dalam Rapat ini kami mengundang KPU untuk bersama-sama membicarakan perubahan yang sehubungan dengan Proposal kegiatan yang di ajukan sebelumnya, yang menjukkan adanya item-item yang di pandang perlu untuk di Revisi.

Lanjutnya, " Dalam perkembangan perencanaan anggaran lainnya juga, kami melihat perbandingan dari yang terjadi di beberapa daerah, seperti tiga daerah ini dari data terahir jumlah DPT yang hampir bersinggungan itu antara pare-pare dan Palopo, walaupun dalam  DPTnya itu ada perkembangan untuk Palopo dari perkembangan diskusi atau informasi melalui media yaitu ada 101 ribu.

" Dengan 101 ribu itu untuk menjadi bahan evaluasi karena kita sampai 19,4 Milliyar, kemudian Pare-pare dengan 95 ribu di DPTnya yang  sudah ditetapkan kemarin dalam rapat Paripurnanya di profensi itu 16 Milliyar, kemudian Bantaeng 140.535 ini selisihnya cukup jauh dari kita dengan 3 pasang calon, 8 kecamatan yang jumlah TPSnya 357 yang mungkin Dinamis yang hanya menggunakan Anggaran 18,9 Milliyar. Ini tentu menjadi variabel-variabel perhitungan nanti dalam rangka merevisi anggaran yang di kemukakan yang sudah di pahami di TAPD." Ujarnya

Pada kesempatan itu pula Sekda kota palopo H.Jamaludin S.H M.H menyampaikan kaitannya yang sudah dijelaskan oleh kepala BPKAD ini adalah bentuk kehati-hatian utamanya untuk TAPD, dan saya kira ini adalah bentuk kehati-hatian untuk dicatat oleh teman-teman KPU bahwa dari sini sudah hati-hati karena saat ini yang namanya audit itu tidak terlepas dari audit perencanaan, jadi perencanaan itu adalah bagian yang di audit dan bisa di pidanakan jika terjadi sesuatu.

"Bagaimana yang sudah kita bicarakan bersama tim pemilih yang rasional yang kira-kira bisa menyalamatkan kita semua dan pasti ini semua harus di Revisi." ungkapnya.

Pada kesempatan itu pula Ketua KPU Kota Palopo Haedar Djidar menanggapi apa yang di sampaikan terkait kita, yang tadinya asumsinya 9 pasangan calon  yang faktanya secara legal kita hanya mempunyai 2 (dua) pasangan calon.

Lanjutnya, "kemudian terkait dengan prosesi yang disampaikan bahwa ada penghapusan ketika terjadi dari 9 pasangan Calon menjadi 2 calon, pihak KPU tidak ada masalah mau itu di revisi atau dikurangi sepanjang ada dasarnya.

"Tetapi saya berharap bahwa ketika anggaran nantinya mau di gunakan oleh KPU, pihak pemerintah siap juga mengadakan evaluasi demi era transparansi sekarang ini, seperti apa nantinya dinamika penyelenggara pemimpinan daerah ini yang biasa saja terjadi diluar pemikiran kita." ujarnya.

Turut Hadir Sekda Kota Palopo  H.Jamaluddin SH., MH, Kepala BPKAD Drs.H.Hamzah Djalante, Kepala Bappeda Drs. Firmanza Dp,SH.M.Si, Ketua KPU Haedar Djidar, Kepala Bapenda, Kepala inspektorat Samil Ilyas dan pejabat terkait lainnya.(Hms/Suardi)



PANTAUTERKINI.CO.ID ,TEGAL  – Rapat Koordinasi lintas sektor “Ketupat-Candi 2018” dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1439 hijriah tahun 2018 di adakan di ruang Deviacita  Polres Tegal Kota, Kamis (24/5/2018).
 

“Maka dari itu untuk menyatukan tekad dan menyamakan visi bagaimana dapat terlaksana dengan baik maka kami berinisiatif mengumpulkan bapak-ibu sekalian, kita menyamakan persepsi, kita menyamakan langkah-langkah apa yang harus kita laksanakan sehingga masyarakat kita, warga kita yang akan melaksanakan dan merayakan idul fitri pada tahun ini dapat melaksanakan kegiatannya dengan aman tertib lancar tanpa kekurangan suatu apapun,” ucap Jon Wesly.
 

Jon Wesly juga menekankan bahwa dalam melakukan pengamanan, para petugas yang sedang bertugas juga jangan luput untuk kita lindungi dan amankan. Jangan sampai mereka menjadi korban oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
 

Pjs. Walikota Tegal Drs. Acmad Rofai, M.Si,  Pemerintah Kota Tegal akan mendukung, membantu, juga membackup terkait dengan kesiapan pengamanan hari raya idul fitri dan secara teknis akan dilakukan oleh OPD terkait misal dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan dinas yang lain yang ada di Kota Tegal
 

Selanjutnya , ada beberapa point yang memang bisa dilakukan terkait dengan fasilitasi atau kesiapan dari Pemerintah Kota Tegal diantaranya sudah menyiapkan beberapa spot rest area yang berada di SPBU Kaligangsa, PPIB, Perempatan Maya.
 

Untuk penanganan laka Pemerintah Kota Tegal juga akan menyiapkan Puskesmas rujukan atau penanganan darurat seperti Puskesmas Margadana, RS Mitra Keluarga, RSUD Kardinah, RSI Harapan Anda.
 

“Dari semua yang disiapkan Pemkot ini tidak kaku, bisa berkembang tergantung situasi yang ada di lapangan, kita membantu full sarana dan prasarananya, termasuk juga spot kesehatan yaitu di Puskesmas Margadana, Terminal Tegal, PPIB Tegal dan pelayanan Kesehatan di Coyo” ujar Pjs. Walikota.
 

Hadir dalam kegiatan ini Pjs. Walikota Tegal Drs. Acmad Rofai, M.Si, Ka. Polres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto, SIK, jajaran Forkopinda, OPD Terkait dan tokoh Agama, dan beberapa organisasi kemasyarakatan.(CN/Sa)



PANTAUTERKINI.CO.ID, TEGAL  – Beberapa hari lalu guna memberikan yang terbaik bagi masyarakat kota Tegal , Forkopimda bersama Dinas Kesehatan Kota Tegal melaksanakan inspeksi mendadak pada pasar dan pusat perbelanjaan khususnya pada makanan dalam kemasan,
 

Pelaksanaan sidak ini dalam rangka menjaga stabilitas harga yang biasa pada saat bulan ramadhan maupun mendekati hari raya Idul Fitri harga akan melambung tinggi, sehingga kami unsur Forkopimda melaksanakan sidak agar nantinya tidak ada oknum yang mencoba untuk mengelola makan maupun minuman kemasan yang kadaluarsa untuk dijual kembali,” ungkap Pjs Walikota Tegal Drs Achmad Rofai M.Si
 

Selain kedapatan menjual makanan dan minuman yang kadaluarsa maupun tidak layak, kami juga memberikan himbauan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk lebih selektif sehingga masyarakat terjamin akan bahan yang dibelinya,” pungkasnya
 

Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Agustinus David P, S.Sos mengatakan kami dari kepolisian akan terus memantau peredaran bahan makanan dan minuman yang tidak layak dijual untuk ditarik dan segera dimusnahkan agar masyarakat tidak merasa resah terkait kelayakan bahan makanan
 

“Kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat, ketika saat membeli bahan makanan maupun minuman melihat terlebih dahulu waktu kadaluarsanya. Jika kedapat makanan maupun minuman yang kadaluarsa maupun tidak layak jual maka langsung laporkan saja, sehingga dapat ditindak lanjuti,” Pungkasnya (CN)





PANTAUTERKINI.CO.ID, JAKARTA - Usai apel di Walikota Jakarta Timur. Operasi secara serentak di wilayah timur di gelar dan untuk menjaga informasi tidak bocor dilakukan serentak di 3 wilayah itu, Sabtu (26/5).

Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, kata Haryanto, penertiban dipimping langsung oleh Camat Cakung. Petugas P3S bersama Camat Cakung dan Satpol PP Cakung beserta Garnisun TNI berhasil menyita beberapa minuman keras oplosan di sekitar emperan warung pinggir jalan di kawasan Cakung Barat.


"Di kawasan Pulo Jahe, kami menyita beberapa miras oplosan di sekitar emperan warung pinggir jalan. Lalu kami memberikan sosialisasi kepada penjual tersebut untuk tidak menjual kembali miras demi kenyamanan warga sekitar," kata Haryanto.

Sedangkan di kawasan Industri Pulo Gadung, lanjutnya, petugas mendapatkan 7 PSK yang sedang beraksi di kawasan tersebut. Informasi adanya PSK di daerah itu berdasarkan pengaduan warga karena sudah meresahkan.


"Seluruh Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jalanan yang kami jangkau itu, telah kami bawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur. Di sana mereka akan mendapatkan pelayanan dan pembinaan lebih lanjut agar tidak kembali ke jalanan," ungkap Haryanto.(Cah/Mf)