Select Menu

Translate

Utama

Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP




Pariwisata

Nasional

Liputan Langsung


PANTAUTERKINI.CO.ID,JAKARTA — Jumat (15/06) ratusan warga Rw 07 kelurahan Pondok Bambu kecamatan Duren Sawit  Jakarta Timur mendatangi halaman Masjid SMPN 135, usai melakukan kewajiban sebagai umat muslim berpuasa selama satu bulan di Bulan Suci Ramadhan.

Kegiatan sholat Ied yang dilakukan di halaman masjd sekolah menengah pertama (SMP)  di pimpin Ustad H.Ali hamdan menjadikan momen mempererat tali silahturahim warga sekitar.

Dalam ceramahnya H.Ali Hamdan menegaskan, " momen idul fitri momen penting sebagai seorang anak  memohon ampun bersujud kepada kedua orang tua, begitu pula seorang istri kepada suami" paparnya

Selanjutnya, H.Ali Hamdan menyimpulkan sesibuk sibuknya seorang anak , wajib meminta maaf kepada kedua orang tua yang tak hanya dilakukan pda saat Hari Raya Idul Fitri saja, pasalnya orang tua merupakan ladang berkah dan rejeki bagi jalan kesuksesan sang anak.(cahyo)


PANTAUTERKINI.CO.ID,BREBES - Menyambut 1 Syawal 1439 Hijriyah warga masyarakat pasar Bawang  melaksanakan Sholat Idul Fitri di dilapangan Upacara Makodim 0713 Brebes, Jalan Jenderal Sudirman No. 107 Brebes. Jum’at (15/6/18).

Mengusung tema “Melalui Hikmah Puasa Ramadhan, Nuzuzul Qur’an dan Idul Fitri 1439 H, Kita tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah SWT, Sebagai Landasan Moral Dalam Melaksanakan Tugas Pokok TNI”. Sebagai Khatib adalah Ustadz H. Astohari Agus, SE dan Imam adalah H Ali Mursoi.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf. Ahmad Hadi Hariono, menyatakan bahwa banyak hikmah yang dapat dipetik dalam momentum perayaan Idul Fitri 1439 H Tahun 2018 ini. “Dengan 1 Syawal 1439 H kali ini, marilah kita pupuk rasa kekeluargaan kita terhadap sesama umat muslim maupun non muslim demi menjaga Brebes yang aman dan kondusif, hindari segala bentuk propaganda dari pihak tertentu yang berusaha memecah belah keutuhan NKRI” ungkapnya.

"Ini merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT kepada kita, untuk itulah bagi umat muslim, Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H adalah wajib hukumnya" imbuh Hadi.

Idul Fitri yang erat kaitanya dengan saling memaafkan antar umat manusia, memiliki makna yang sangat penting yang diantaranya makna edukatif kepada para generasi muda bahkan Anak-anak. Yakni sebagai implementasi dalam mendidik para generasi muda untuk saling maaf-memafkan terhadap sesama, saling hormat-menghormati serta mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam menjaga keutuhan NKRI. (Aan/CN)


PANTAUTERKINI.CO.ID, JAKARTA - Ramadhan telah berakhir, Usai melaksanakan sholat Idul Fitri 1439 hijriyah tepat tanggal 15 Juni 2018, hampir sebagian warga DKI Jakarta mengunjungi Tempat Makam Umum (TPU).

Tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Kelapa yang berlokasi di jalan H. Naman Jakarta Timur merupakan salah satu TPU yang ramai dikunjungi warga sebagian Jakarta Timur, bahkan hampir setiap tahun saat hari raya jalur menuju lokasi TPU mengalami kemacetan lalu lintas.

Wardio (34) salah seorang pengunjung mengatakan, " setiap tahun selesai melaksanakan sholat ied kami sekeluarga langsung menuju makam orang tua guna mengirim doa, dan yang membuat lebih terasa saat lebaran keluarga kumpul semua, Ujarnya pada tim www.pantauterkini.co.id, Jumat (15/06)

Terkait kemacetan lalulintas yang sering terjadi saat menuju pemakaman, wardio menyampaikan, "kalau macet mah sudah biasa, justru disini terasa kebersamaan walaupun tidak saling mengenal, paparnya.

Namun sebelum hari Idul Fitri seperti biasa petugas keamanan dibantu kamtibmas setempat  sudah mengantisipasi sehingga parkir kendaraan yang datang motor maupun mobil dapat teratur dengan baik, (Cahyo/foto ilustrasi google))






PANTAUTERKINI.CO.ID,BREBES - Suasana menjelang malam hari, personel dari koramil 10/Sirampog dan koramil 01/ Brebes tetap berjaga-jaga di pos Pam Lebaran idul fitri 1439 H / 2018 di Brexit Tol Brebes Timur. Bersama-sama dengan Polres Brebes, kodim 0713/ Brebes melaksanakan Pam jalur mudik untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang sedang pulang ke kampung halaman.

Sinergitas antara TNI Polri untuk kepentingan masyarakat, dalam memberikan rasa aman, damai dan kondusif. Selain di pos besar, pengamanan lebaran 2018 juga dilaksanakan di beberapa titik di wilayah Brebes (12/6/2018).

Sertu Agus, anggota koramil 10/Sirampog melaksanakan pemantauan situasi arus mudik bersama dengan personel dari Polres Brebes beserta dengan anggota senkom mitra Polri. “Arus mudik pada malam hari masih terpantau aman dan lancar, “ ucap  Sertu Agus.

Ruas jalan yang di Brexit tol Brebes timur  memiliki ukuran yang lebar sehingga bisa lancer arus mudik tahun ini. Untuk jalan umum yang ada di Brebes, saat ini sudah mulai terlihat tertib dan rapi.

Di beberapa Wilayah yang lain rekayasa arus lalulintas berjalan dengan tertib dan lancar. Personel kepolisian yang berada di pos Pam Lebaran bersiaga setiap saat, untuk mengendalikan arus lalulintas, "terang Sertu Agus. (Pendim0713/Brebes).


PANTAUTERKINI.CO.ID,BREBES – Sempurnakan ibadah puasa 1439 H Tahun 2018 ini, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Brebes bersama Bhayangkari Polres Brebes, membagi-bagikan takjil buka puasa gratis kepada para pemudik dan masyarakat umum di Jalan Pantura Brebes dan di Alun-alun Brebes. Rabu (13/6/18).

Dalam waktu yang tidak terlalu lama semua paket takjil yang disediakan habis dibagikan. Ketua Persit KCK Cabang XXIII Dim 0713 Brebes, Ny. Febriyanti Ahmad Hadi Hariono dan Ketua Bhayangkari Polres Brebes Ny. Dede Sugiarto, tampak bersemangat membagikan takjil bersama dengan para anggotanya.


Ketua Persit KCK Cabang XXIII Dim 0713 Brebes, Ny. Febriyanti Ahmad Hadi Hariono menjelaskan, kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan Ibu-ibu Bhayangakari Polres Brebes, guna menjalin kedekatan dan silaturahmi antar Persit dan Bhayangkari serta kepada masyarakat setempat maupun pemudik lebaran 1439 H.

“Hal ini kita lakukan sebagai bentuk kebersamaan serta meningkatkan sinergitas antara Persit dan Bhayangakari,” jelasnya.

Terkait dengan kegiatannya tersebut Ny. Febriyanti menambahkan bahwa “Berbagi takjil merupakan kegiatan sosial yang diselenggarakan Bhayangkari Polres Brebes bersama Persit dengan berbagi berkah di bulan Ramadhan terhadap sesama. “Senang rasanya ketika melihat mereka yang mendapatkan takjil tersenyum dan mengucapkan terimakasih, ini merupakan kegiatan amal sesuai misi kami yakni Persit dan Bhayangkari yang peduli sesama dan mengemban misi sosial” imbuhnya.

Selanjutnya Ketua Bhayangkari Polres Brebes, Ny. Dede Sugiarto mengatakan “Kegiatan sosial ini sebagai wujud kekompakkan antara isteri TNI dan Polri dalam mendukung tugas para suami untuk mengamankan mudik lebaran tahun 2018 ini” ucapnya.

Hal yang sama juga dilakukan di seputaran lingkungan Alun-alun Brebes. Ratusan paket takjil untuk berbuka puasa dibagikan kepada pengendara mobil dan motor, abang becak, juru parkir maupun warga masyarakat Brebes dan sekitarnya yang bercengkrama di Alun-laun Brebes sambil menunggu waktu buka puasa tiba. (Aan-/CN)

PANTAUTERKINI.CO.ID,BREBES - Sertu Iskandar salah seorang anggota Koramil 09/Tonjong Kodim 0713/Brebes bersama dan Petugas PT. KAI melakukan pengecekan kondisi rel Kereta Api (KA) di sejumlah perlintasan yang berada di wilayah Bumiayu.

Sertu Iskandar juga mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan langkah dini untuk mendeteksi manakala ada sabotase atau hal lain yang menyangkut keamanan masyarakat.

“Upaya langkah dini ini kami lakukan agar kami bisa cepat mengetahui kalau ada hal yang bisa mengganggu keamanan dan kelancaran masyarakat khususnya yang menggunakan jasa transportasi kereta api, bantal rel sampai saat ini semua masih dalam kondisi bagus. Kami juga tidak menemukan barang berbahaya di atas rel seperti paku, kayu balok dan batu. Sampai kini jalur rel di wilayah hukum kami masih aman terkendali,” tandasnya.

Selanjutnya Petugas KA, Riyanto membeberkan, pengecekan tersebut tidak hanya dilakukan kali ini saja. Namun juga dilakukan secara rutin sampai arus mudik dan balik lebaran tahun ini selesai.(Wid-dim0713/CN)



PANTAUTERKINI.CO.ID, BREBES - Dandim 0713/Brebes letkol Inf Ahmad Hadi Hariono melalui Pasi Ops Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Wajirin  Senin (11/06) memerintahkan anggota Koramil jajaran Kodim 0713/Brebes untuk melaksanakan pengamanan bersama dengan petugas security PT KAI untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas menjelang lebaran, guna menjamin kelancaran kenyamanan dan keamanan penumpang Kereta Api.

Kepada petugas security diberikan himbauan kamtibmas agar meningkatkan kewaspadaan terhadap guna mengantisipasi ancaman terorisme di sekitar lingkungan stasiun, apabila ada aksi premanisme di lingkungan stasiun agar segera berkoordinasi dengan petugas Koramil, guna segera ditindak lanjuti oleh personel Koramil supaya tidak berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.

Pasi Ops Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Wajirin mengatakan, keterlibatan anggota TNI dalam pengamanan arus mudik lebaran 2018 ini sesuai dengan hasil koordinasi dan permintaan pihak PT KAI.

Kegiatan pengamanan dilaksanakan mulai dari kedatangan kereta api, memeriksa tiket penumpang ketika memasuki peron, pemantauan naik turunnya penumpang, hingga keberangkatan kereta api ke stasiun tujuan selanjutnya.(Wid-dim0713/CN)
Penjelasan yang di siarkan pers oleh Ketua Dewan Pers terkait Hilangnya Nyawa Seseorang Wartawan di Kalimantan Selatan membuat berang Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia 

Jakarta |PANTAUTETKINI.CO.ID.|Menurut the American Press Institute, mengutip bukunya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel ‘The Elements of Journalism’, tujuan utama jurnalisme dituliskan seperti ini: “The purpose of journalism is to provide citizens with the information they need to make the best possible decisions about their lives, their communities, their societies, and their governments”. Terjemahan bebasnya kira-kira begini: Tujuan jurnalisme adalah untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat terhadap informasi yang cukup dalam rangka pengambilan keputusan terbaik bagi kehidupan mereka, komunitasnya, bangsa dan pemerintahnya.
Berdasarkan definisi tersebut, dalam rangka mencapai tujuan jurnalisme, setiap jurnalis dituntut untuk melakukan kegiatan jurnalistiknya, meliputi: mengumpulkan, menyimpan/mendokumentasikan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi kepada publik. Kecukupan informasi dan data yang dikumpulkan memegang peranan penting terkait dengan pemenuhan kebutuhan informasi oleh warga masyarakat. Ke-akurat-an, ke-lengkap-an, ke-komprehensif-an, ke-aktual-an, dan ke-detail-an informasi tentang suatu masalah menjadi standard untuk mengukur keterpenuhi atau ketidak-terpenuhinya kebutuhan warga terhadap informasi yang diperlukan.
Di tataran praktek, karya jurnalistik yang benar itu hakekatnya ditentukan oleh tercakupnya seluruh unsur-unsur informasi yang biasanya dirumuskan dalam 5W+1H (who, what, when, where, why, dan how atau dalam Bahasa Indonesia: siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana). Adapun proses check and recheck, konfirmasi, dan validasi data diperlukan dalam rangka memastikan bahwa keenam unsur (red - 5W+1H) itu sudah terpenuhi, faktual, akurat, dan detail.
Dalam banyak penulisan berita terkait sebuah peristiwa yang bernuansa konflik melibatkan dua atau lebih pihak, wartawan sering dituntut untuk melakukan konfirmasi kepada dua bela pihak yang berseberangan. Hal ini bisa dipandang penting, tetapi bukan menjadi kewajiban mutlak. Pasalnya, sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkan informasi dari kedua pihak yang berkonflik. Upaya menggali informasi dari dua kubu yang berseberangan hanya dapat dilakukan oleh para warga terlatih, seperti intelijen militer, polisi, jaksa, KPK, dan mereka yang dilengkapi peralatan khusus, semisal alat sadap, alat perekam dan kamera tersembunyi. Wartawan tidaklah mungkin dipaksa melakukan hal itu.
Untuk mendapatkan informasi yang cukup sesuai kebutuhan publik dari kedua belah pihak yang berseteru, misalnya dalam kasus konflik masyarakat Pulau Laut di Kalimantan Selatan dengan PT. MSAM milik konglomerat lokal, Haji Isam, mekanisme hak jawab dan hak koreksi atas sebuah pemberitaan disediakan oleh UU No. 40 tahun 1999 sebagai jalan keluarnya. Artinya, ketika sebuah berita yang masih ‘berat sebelah’ dipublikasikan, maka informasi dari pihak sebelahnya lagi menjadi wajib dikeluarkan oleh pihak yang merasa belum dikonfirmasi. Tugas media adalah menayangkan artikel atau berita yang berisi hak jawab dan/atau hak koreksi dari pihak sebelah dimaksud.
Berdasarkan teori dan bangunan pemikiran tentang jurnalisme dan pemberitaan di media massa sebagaimana diuraikan di atas, maka adalah sebuah kesalahan besar jika Dewan Pers menyatakan bahwa karya-karya almarhum M. Yusuf yang tewas di tahanan di Kotabaru, Kalsel, beberapa hari lalu, dikategorikan sebagai: 1) bukan karya jurnalistik, 2) beritikad buruk, 3) tidak menjalankan peran/fungsi sebagai pers, dan 4) pemberitaan M. Yusuf terkait PT. MSAM bukan untuk kepentingan umum.
Kita tentunya sangat prihatin membaca pernyataan Dewan Pers yang melempar kesalahan itu pada wartawan, dalam hal ini almarhum M. Yusuf. Sesuatu yang tidak sanggup dinalar manusia normal, tanpa empati, tanpa merasa bersalah sama sekali.
Semestinya Dewan Pers wajib melakukan validasi sebuah karya jurnalistik dengan melihat apakah dalam penyajian informasi itu terdapat unsur yang lengkap terkait 5W+1H. Jika masalahnya jelas, tempatnya bisa diverifikasi, waktu kejadian jelas, siapa yang terlibat jelas, mengapa masalah itu bisa terjadi dan ada kronologi kejadian yang faktual, maka sajian informasi oleh si wartawan adalah karya jurnalistik. Lagi, pihak Dewan Pers seharusnya menghadirkan penulis M. Yusuf untuk dimintai keterangan sebagai bentuk check and recheck dan konfirmasi atas karya-karya jurnalistiknya itu. Dewan Pers tidak dibenarkan mendengar, apalagi menerima begitu saja sebuah pelaporan dari satu pihak, yakni Kapolres Kotabaru, saja.
Soal itikad baik dan buruk seseorang dalam menulis, bagaimana cara ahli Dewan Pers itu bisa menilainya dengan benar? Pemberitaan yang berulang-ulang dijadikan patokan adanya niat buruk adalah dalih yang tidak relevan, tidak benar dan menyesatkan. Itu cara ahli nujum jaman batu. Dulu, kalau ada kupu-kupu masuk rumah, tandanya akan ada tamu masuk rumah. Mungkin karena sering kejadian ‘ada kupu-kupu ada tamu’, maka diyakinilah hal itu sebagai sebuah kepastian. Nah, rupanya ilmu itulah yang digunakan si ahli Dewan Pers selama ini. Hanya tebak-tebak buah manggis, syukur-syukur isinya manis.
Padahal, pola pengulangan pemberitaan itu merupakan salah satu strategi yang lumrah dalam jurnalisme sebagai cara penetrasi dan inseminasi informasi ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat pembaca, pendengar, dan penonton dapat lebih mengerti, memahami, dan mengingat informasi yang disampaikan untuk kemudian terdorong mengambil sikap yang tepat bagi kepentingan hidup mereka, keluarganya, masyarakatnya, bangsa dan pemerintahnya. Coba Anda lihat pemberitaan di media-media, terutama televisi, begitu banyak informasi yang diulang hingga puluhan kali. Itu strategi. Tidak bisa dikatakan bahwa pengulangan itu dapat diartikan ada itikad buruk. Itu kesimpulan yang ngawur. Sayangnya, kengawuran berdasarkan asumsi sembrono Dewan Pers itu mengakibatkan banyak wartawan dipenjara, bahkan mati membusuk di tahanan.
Kesimpulan ‘tidak menjalankan peran/fungsi sebagai pers’ bukan hanya super ngawur, tapi penuh tendensi untuk membenarkan pihak oknum polisi yang menangkap M. Yusuf, yang tentu saja dibiayai perjalananya berulangkali ke Jakarta oleh oknum konglomerat lokal yang diberitakan oleh almarhum. Kepada Dewan Pers, dan masyarakat umum, kita kopi-pastekan peranan atau fungsi pers sesuai Pasal 6 UU No. 40 tahun 1999, sebagai berikut:
“Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran.” (Undang-Undang RI Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Pasal 6).
Pemberitaan, yang mencapai dua puluhan lebih artikel, yang dipublikasikan oleh almarhum secara nyata adalah pelaksanaan peran yang bersangkutan sebagai pekerja pers, sebagaimana tertulis di pasal 6 UU No 40 1999. Silahkan Dewan Pers merenung sambil mendo’akan semoga almarhum M. Yusuf memaafkan Anda semua dari alam sana. Renungkan juga anak dan istri almarhum yang harus melewati hari-hari sulit sepanjang hayat mereka ditinggal mati ayah anak-anak itu hanya karena keteledoran dan ‘kebungulan’ oknum-oknum pengurus Dewan Pers.
Kesimpulan soal ‘bukan kepentingan umum’ lebih parah lagi. Bagaimana mungkin sebuah pemberitaan yang mengadvokasi masyarakat terhadap kesewenang-wenangan korporasi hitam dan rakus yang menghancurkan sumber kehidupan mereka dianggap bukan untuk kepentingan umum? Dari asrip berita yang disampaikan ke Dewan Pers sangat terang-benderang bahwa berita yang dibuat almarhum merupakan sebuah perjuangan bagi kepentingan rakyat di lokasi pemukiman penduduk yang tergusur oleh PT. MSAM, bukan kepentingan individu atau pihak berkepentingan tertentu. Justru sebaliknya, kesimpulan Dewan Pers itulah yang dapat dikategorikan bukan untuk kepentingan umum. Kesimpulan ahli Dewan Pers dapat diduga adalah untuk kepentingan mafia oknum Kapolres bersama jajarannya, oknum perusahaan, dan oknum kejaksaan. Bahkan, boleh jadi, kesimpulan demikian itu adalah untuk kepentingan oknum Dewan Pers dan pihak lainnya. Walahu’alam…
Satu pertanyaan penting yang mengganjal dalam hati para pekerja media selama ini: Apakah para pengurus Dewan Pers itu sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan? (TIM/Red)
_*) Penulis adalah Ketua Umum PPWI Nasional, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, trainer jurnalistik warga bagi ribuan anggota TNI, Polri, PNS, guru, dosen, mahasiswa, wartawan, karang taruna, dan masyarakat umum._
-

DEPOK | PANTAUTERKINI.CO.ID | Semakin marak penumpang yang akan pulkam (pulang kampung) mobilitas Bus AKAP Murni Jaya Jurusan Belik -Kukusan, Beji Depok terlihat menggangu jalan yang sudah tiap harinya macet.

Banyak warga menanyakan prihal ijin memang sudah ada routenya dan Terminal di seputar kawasan beji tanya Yusron dan Hadi (Ocem) sebagai warga kelurahan Beji.

Lebih lanjut Hadi (ocem) menanyakan beban yang sering melintas jalan Nusantara Beji diluar ketentuan dan peruntukan apa tidak cepat rusak jalan disini papar Ocem.

Hingga berita ini di turunkan belum ada pihak terkait menerangkan ijin memuat dengan kapas jalan dan route.

Apakah pihak Dishub kota Depok atau Kepolisian Lalulintas yang berhak atas perijinan lintas dan pangkalan bus tersebut. (Bona)

   
- -
DEPOK | PANTAUTERKINI.CO.ID | Antusias mudik khususnya warga Depok Tahun 2018 ini sangat ramai sekali, untuk itulah agen perusahaan oto bus ( PO) Sinar jaya beralamatkan di jalan raya Margonda membantu para warga mudik BEBAS CALO. 

Selasa, 12 Juni 2018 saat awak media Pantau Terkini dilokasi mendapat keterangan dari Bambang pengurus PO. Sinar Jaya " Kami Sinar Jaya menjual ticket mengikuti peraturan dari Kementerian Perhubungan dan Perusahaan ambang batas atas dan bawah dan dalam penjualan ticket ini bebas calo langsung beli ke kantor pada hari keberangkatan " ucap Bambang 

 " Kami tidak menerima pemesanan ticket jadi ticket langsung kita jual pada hari keberangkatan dengan cetak secara komputerisasi sehingga untuk duplikasi sangat minim , semaksimal mungkin kami berikan pelayanan kepada konsumen/pelanggan agar dapat terangkut dengan bus kami " ungkap Bambang -

" Dilapangan kepada para penumpang terkadang petugas/crew Sinar Jaya mengalami kendala pada saat ditanya petugas diam saja mengingat warna bus sama dan dibedakan dengan plat nomor mobil dan nomor kode di body bus yang sudah tercetak diticket,pada saat pengontrolan penumpang jika terlambat dengan sangat terpaksi ditinggal " Papar Bambang.


" Alhamdulillah H- 7 hingga hari ini para penumpang terlayani tanpa kendala yang berarti persediaan bus mencukupi yang jelas penumpang terlayani dan terangkut walaupun sedikit waktu ada keterlambatan " imbuh Bamabang .

Seperti halnya dengan Dauri buruh kerja harian tiinggal di depok beji dengan tujuan Purwokerto " harga ticket wajar bang untuk tujuan Purwokerto Rp160 ribu kelas bisnis AC dibandingkan agen agen lain yang tujuan Wonogiri harga ticket Rp400 ribu yang pada hari biasa cuma Rp 185 ribu Sinar Jaya ini sangat menolong sekali bagi kami buruh harian lepas " pungkas Dauri ( koes-kabiro Depok )


- - -