Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Mandiri Manunggal Desa

Peristiwa

Videos


Jakarta |Pantau Terkini | Haji Makawi bin H. Abdul Halim bin H. Ali (50 tahun), pemilik sebidang tanah di Kampung Rawa Gatel, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, DKI Jakarta, akhirnya mendatangi Pengurus Pusat Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di Jl. Duyung III No. 11A, Kelurahan Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur, dalam rangka menyampaikan keluh-kesahnya terkait penyelesaian kasus penyerobotan tanah milikny oleh PT. Summarecon Agung Tbk, pertengahan September 2018 lalu. Kedatangan Makawi yang berprofesi sebagai Ustadz atau Penceramah Agama di Jakarta itu disambut oleh Ketua Umum DPP JBMI, H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP bersama beberapa pengurus DPP. “Sebagai organisasi pelayan umat, kita menyambut baik kedatangan Bapak Ustadz Haji Makawi untuk menjalin silahturahmi dengan JBMI, yang juga ingin menyampaikan persoalan beliau bersama keluarganya yang dizolimi oleh perusahaan kelas gajah, PT. Summarecon Agung Tbk di Jakarta Utara,” kata Albiner yang pernah bertugas di wilayah tersebut sebagai Komandan Batalyon Kostrad TNI belasan tahun lalu.

Dalam penuturannya kepada pewarta media ini dikonfirmasi, Makawi menjelaskan bahwa dirinya merupakan ahli waris atas tanah garapan seluas lebih-kurang 36.408 meter persegi (3,6 HA) di daerah yang saat ini dikenal dengan alamat Jl. Kelapa Nias Raya Blok GN, Jl. Boulevard Raya Blok QA, Kelapa Gading Permai, wilayah RW 12, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Kodya Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. “Tanah ini merupakan milik ayah saya, almarhum H. Abdul Halim bin H. Ali berdasarkan Girik C No. 1242, persil 896 Blok S.II Kohir: N-2-04-10-01-04-0040 dan Girik C No. 1242, persil 896 Blok S.I Kohir: N-2-04-10-02-03-0060 atas nama ayah saya H. Abdul Halim bin H. Ali, serta Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah Garapan tertanggal 3 Maret 1980,” jelas Makawi, Rabu (17 Oktober 2018).

Areal garapan tersebut, lanjut Makawi, dikuasai secara tidak sah alias diserobot oleh PT. Summarecon Agung Tbk sejak 1986, dan membangun apartemen serta fasilitas bisnis lainnya di atas tanah dimaksud. “Sejak tahun 1986 hingga sekarang tahun 2018 ini, tanah kami tersebut diserobot oleh PT. Summarecon dan membangun beberapa unit apartemen, Sherwood, dan berbagai fasilitas bisnis di atas tanah itu,” imbuh Makawi yang merupakan anak bungsu dari 9 bersaudara itu.

Masih menurut Makawi, pihak PT. Summarecon Agung Tbk mengatakan bahwa mereka berhak atas tanah tersebut dengan jalan membeli dari seseorang bernama Asikin. Ketika dikonfirmasi kepada oknum bernama Asikin, yang bersangkutan berdalih telah membeli tanah dimaksud dari almarhum H. Abidin Halim bin H. Ali pada Februari 1981.

“Bagaimana mungkin Asikin bisa membeli tanah itu dari ayah saya, sedangkan ayah saya itu sudah meninggal pada 11 Agustus 1978, ada surat kematiannya di saya. Ketika ditunjukkan akte kematian ayah saya itu, Asikin tidak bisa bilang apa-apa, surat jual-beli mereka sudah pasti palsu,” tegas Makawi.

Melihat gelagat yang kurang baik dari pihak PT. Summarecon Agung Tbk terhadap klaim tanah milik peninggalan warga Betawi, almarhum H. Abdul Halim bin H. Ali, oleh ahli warisnya itu, Makawi mengaku telah melakukan berbagai upaya, termasuk melaporkan ke DPR RI, ke Polda Metro Jaya, dan bahkan ke Presiden. Dari catatan dokumen yang ada, hasil rapat penyelesaian sengketa lahan antara ahli waris H. Makawi dengan pihak PT. Summarecon Agung Tbk. bertempat di Ruang Rapat Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, baik dari DPR RI, Kementerian ATR, dan Pemda DKI Jakarta, diputuskan bahwa PT. Summarecon Agung Tbk terindikasi melakukan transaksi jual-beli tanah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, milik ahli waris, H. Makawi, secara cacad hukum alias illegal. Hal itu berdasarkan fakta bahwa perusahaan pengembang itu menguasai lahan ahli waris berdasarkan dokumen alas hak yang dipalsukan.

Saat ini, H. Makawi yang menjadi pemegang kuasa ahli waris kakak-beradiknya hanya mengharapkan agar PT. Summarecon Agung Tbk segera menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, Makawi telah meminta bantuan kepada DPP JBMI membantu memediasi dan/atau melakukan langkah-langkah teknis lainnya agar hak-hak ahli waris dapat dipenuhi dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Kami sudah berjuang sangat lama, melapor ke hamper semua instansi terkait, juga telah bertemu pihak Summarecon beberapa kali, tetapi selalu mengalami kebuntuan. Summarecon terkesan menghindar dari tanggung jawabnya, menyelesaiakn masalah sengketa lahan kami di Kelapa Gading itu,” tutup Makawi dengan mimik kesal. (HWL/Red)
- -

Mojokerto| Pantau Terkini | Ribuan peserta pawai Provinsi Jawa Timur tepatnya di kecamatan Pacet diikuti para santri dari beberapa TPQ dan yang mengikuti pawai ta'aruf Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2018, tepat 06.00 WIB antara lain;
TPQ, Darussalam Pacet, TPQ.Al ikhlas wono sari, TPQ.Darussalam.wnokerto, TPQ.Nurul Jadid Pacet, TPQ.ANNUR.Pacet, TPQ.Al Ihsan 2 Claket, TPQ.Nurul Huda bendo, TPQ.Dzikrul Ulum wn koyo, TPQ ALFALAH, TPQ.Assakinah karangan, Madin Rijan,

Madin Hidayatul Muttaqin, TPQ. Arroudloh Bendorejo, TPQ AL ISLAM SUKOREJO,TPQ Nurul hidayah, dan masih banyak lagi yang mengikutinya.


_Endang W.R_, sebagai orangtua dari salah satu peserta pawai mengatakan Hari Santri diperingati meriah dengan rute awal pasar Pacet, masjid Al-Hidayah, melewati pertokoan, MTS, koramil Pacet,

 Kantor Polisi, koperasi susu, dan berakhir di pertigaan CFD Maron. Begitu banyak polisi yang turut menjaga dan mengamankan rute pawai Hari Santri.

Hari Santri diperingati untuk menunjukkan eksistensi para santri. Karena santri juga merupakan bagian dari masyarakat dan bagian dari warga negara Indonesia yang cinta tanah air. Adanya Hari Santri ini dapat menghibur dan menambah antusias masyarakat serta memberikan amal bakti kepada masyarakat.


Di hari yang sama dalam memperingati Hari Santri akan kedatangan cawapres Sandiaga Uno di pukul 13.00 WIB nanti, yang katanya juga turut memeriahkan acara santri di Pacet-Mojokerto.

Beliau akan datang mengunjungi Ponpes Fachul Ulum, mengunjungi pariwisata air panas Padusan dan diakhiri di lapangan Sajen sebagai sapaan akhir di masyarakat Pacet.

Tampak dari beberapa peserta pawai terlihat membawa bendera merah putih sebagai simbol bahwa santri juga ikut menjaga moral bangsa. Baik dalam hal pendidikan ataupun religiusitas.(Erigovina/N.V.C)
-

WAJO,PANTAU TERKINI.CO.ID-Pemerintah  Desa Lempa bersama masyarakatnya menggelar pekan olahraga dan seni(PORSENI) tingkat  desa lempa,  yang berlangsung selama  8(delapan hari) dimulai hari  Sabtu, 20 Oktober 2018.

Hadir Ketua DPRD Kabupaten Wajo, H.Muh.Yunus Panaungi ,SH, Danramil Pamana, Polsek Pammana  , Camat Pammana , Kepala Desa Lempa, Kepala Dusun , BPD,LPMD,  Tokoh Masyarakat, bersama perangkat Desa Lempa.

Ketua DPRD Kabupaten Wajo , HM.Yunus Panaungi dalam sambutannya, sebelum membuka acara PORSENI Desa Lempa, bahwa  kegiatan Porseni yang dilakukan oleh Pemerinta Desa Lempa, merupakan satu inovasi, apalagi desa lempa yang pertama melaksanakannya di kecamatan Pammana.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Desa Lempa  suatu inovasi yang sangat bagus, karena dengan porseni bisa menjaling silaturahmi yang semakin erat antar dusun, masyarakat dan pemerintah, apa lagi tahun ini tahun politik yang bisa saja memecah belah kita, tapi dengan adanya porseni  itu bisa dilebur menjadi satu kekeluargaan yang makin erat, dan pesan saya kegiatan porseni ini harus lanjut terus , untuk lapangan sepakbola saya sudah anggarkan Rp.200.000.0000(dua ratus juta rupiah)untuk  pembebasan lahannya, dan sudah bisa dimanfaatkan  pada tahun 2019 yang akan datang,”kata HM.Yunus Panaungi(Muhlis)
-


MAKASSAR,PANTAU TERKINI.CO.ID – Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Umar Septono menghadiri kegiatan kenal pamit Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II dari Marsekal Muda TNI Fajar Prasetyo. S,E. M.P.P Kepada Marsekal Pertama TNI Henri Alfandi.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung S. Suryadharma Mako OpsAu II, Sabtu (20/10) Pada pukul 19.30 Wita.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Danlantamal VI Makassar, Pejabat Utama TNI AD, AU & AL beserta Forkopimda Sulsel.

Kegiatan tersebut di rangkaikan dengan Sambutan dari Pangkoops Lama, Pangkoops Baru dan dilanjutkan dengan sambutan dari Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah.

Di akhir kegiatannya, Kapolda Sulsel menyempatkan untuk memberikan kenang kenangan berupa cenderamata kepada Marsekal Muda TNI Fajar Prasetyo(rls)

PANTAUTERKINI.CO.ID.BREBES  - Wasmin (46) warga Dusun Buntrak Rt 7/2 Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes kini tak lagi mampu beraktivitas memenuhi kebutuhan keluarganya, kondisi rumahnya masih dengan geribik,  saat di temui oleh Karang Taruna Tunas Mandiri (KTTM) Desa Wlahar,  kemarin (20/10).

Dirinya hanya mengandalkan penyembuhan dengan di urut warga sekitar dengan harus bayar Rp. 300.000 per sekali memanggilnya untuk menyatukan tulang-tulangnya yang di rasa patah, kaki kanannya di lapisi dengan bambung untuk membantu dirinya bergerak agar tidak kaku.

Wasmin menuturkan, dirinya mengalami  kecelakaan di tempat kerja saat bongkar rumah warga sekitar, ketika itu, di pagi hari dirinya bersama warga lain ikut gotong royong membantu warga nya yang lagi buat rumah, sampai siang kejadian itu terjadi, dimana dirinya yang tidak tahu dari sisi kanan tembok rubuh menimpa dirinya, sampai kaki kanannya tidak bisa menghindari runtuhan tembok tersebut, hingga mengakibatkan kakinya langsung tertimpa dan patah, tuturnya

Eko Dardirjo (25), Ketua Karang Taruna Wlahar mendengar keluhan warga, dirinya berinisiatif untuk mengadakan penggalangan dana untuk membantu keluarga Wasmin.

" Alhamdulillah hari ini penyaluran tahap pertama karang taruna membantu, semoga ini bisa membantu untuk setiap harinya", tuturnya.

Dirinya menambahkan, wasmin hidup dengan 1 istri dan 2 anaknya yang masih kecil, dengan kondisi seperti ini, dirinya pasti tidak bisa bekerja dan memberikan nafkah, sehingga kami sangat simpati dengan kondisi nya.

" Bagian dari kami peduli terhadap masyarakat yang butuh bantuan kita, dan kami sudah mulai menggalang dana agar warga yang lain juga ikut berdonasi dalam bentuk sembako atau uang", tambahnya.

Selanjutnya Shela Atika Putri (18) Pengurus Forum Anak Desa Wlahar mengungkapkan rasa prihatin terhadap wasmin dan keluarganya, semoga banyak yang membantu untuk keluarganya.

" Dia punya anak kecil masih yang sedang bersekolah, dan forum anak hanya bisa bantu paket alat tulisnya saja agar tetap semangat bersekolah", ungkapnya. (red-Eko/Cah)


PANTAUTERKINI.CO.ID - JAKARTA, Dalam memperingati hari Santri dan Sumpah Pemuda, Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat menggelar lomba mewarnai dan kaligrafi tingkat TKQ /TPQ se Kecamatan Kebon Jeruk, yang diselenggarakan  di Aula Gedung P3PAUD dan Pendidikan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta, Jalan  Kebon Jeruk Raya, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Sabtu (20/10/18).


Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Marbun SH MM mengatakan, lomba mewarnai dan kaligrafi ini mengusung tema Dengan Semangat Hari Santri dan Sumpah Pemuda Kita Wujudkan Santri yang Cinta NKRI.


Untuk kepada Panitia serta orang tua yang mendampingi anak-anaknya supaya diatur anak anaknya, agar pelaksanaannya bisa berjalan tertib dan lancar.


"Semoga anak-anak yang ada di sini nantinya dapat menjadi harapan orang tua. Hormati orang tua dan guru, dan jangan lupa rajin sembahyang," Katanya.


Terlihat ratusan anak-anak peserta begitu antusias mengikuti lomba tersebut. ( Nurita /tim)




PALU,PANTAU TERKINI.CO.ID-Berita yang banyak beredar  tentang ditemukannya balita yang terkubur di perumahan petobo maupun Balaroa yang selama dua minggu terkubur  ternyata rekayasa alias Hoax.
Karena itu video yang sudah  marak beredar di media sosial  langsung diklarifikasi oleh pemilik video,  bahwa bayi itu bukan ditemukan oleh warga pada sabtu, 13/10/2018, melainkan pada malam pertama gempabumi terjadi ,  jumat, 28/09/2018.
“Penemuan dan  lokasi ditemukannya bayi bukan di Petobo atau Balaroa  melainkan di Desa Langaleso yang hanyut dari Desa Jono kabupaten Sigi Sulawesi Tengah,” tulis akun istagram @makassar_info
Sumber: istagram @makassar Info
Editor:Muhlis
-